Keputusan soal penonton di Olimpiade Tokyo ditetapkan akhir Maret

id Olimpiade Tokyo,penonton di Olimpiade,IOC

Keputusan soal penonton di Olimpiade Tokyo ditetapkan akhir Maret

Arsip foto - Seorang pria yang mengenakan masker pelindung berjalan melewati iklan Olimpiade Tokyo 2020 yang telah ditunda hingga 2021 karena wabah penyakit coronavirus (COVID-19), di Tokyo, Jepang, 22 Januari 2021. ANTARA/REUTERS / Issei Kato/pri. (REUTERS/ISSEI KATO)

Jakarta (ANTARA) - Para pejabat penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo pada Rabu sepakat bahwa keputusan terkait kehadiran penonton asing pada pesta olahraga empat tahunan itu bakal ditetapkan pada akhir Maret.

Seusai melakukan rapat virtual bersama Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach, Gubernur Tokyo Yuriko Koike, dan Presiden Komite Penyelenggara Tokyo 2020 Seiko Hashimoto, Menteri Olimpiade Jepang Tamayo Marukawa mengatakan mereka juga sepakat bahwa kepastian jumlah penonton yang diizinkan menyaksikan pertandingan di setiap venue Olimpiade akan diputuskan pada akhir April.

“Kami berada di situasi sulit dan keputusan harus diambil secara hati-hati,” kata Marukawa seperti dikutip dari kantor berita Jepang, Kyodo, Rabu.

Baca juga: IOC dan pejabat Tokyo 2020 akan rapat bahas kehadiran penonton
Baca juga: Presiden Tokyo 2020 ingin Olimpiade digelar dengan penonton

Sementara itu, Presiden IOC Thomas Bach dalam sambutannya menyatakan bahwa panitia Tokyo 2020 mesti fokus pada penyelenggaraan Olimpiade yang “aman, terjamin dan adil bagi seluruh atlet.”

Bach menambahkan bahwa panitia harus memprioritaskan langkah pencegahan penularan virus serta keselamatan semua peserta. Hal tersebut merupakan kunci keberhasilan Olimpiade yang akan dibuka sekitar kurang dari lima bulan lagi.

“Ini menjadi kewajiban kita bersama untuk menjamin keselamatan semua pihak, termasuk warga Jepang dan penduduk Tokyo,” kata Bach.

Baca juga: Penyelenggara Olimpiade Tokyo setujui penambahan 12 anggota perempuan

Presiden Komite Penyelenggara Tokyo 2020 Seiko Hashimoto juga menekankan pentingnya pelaksanaan Olimpiade yang aman. Panitia, kata dia, harus mempelajari langkah-langkah pencegahan penyebaran varian baru virus corona dari Inggris.

Tokyo telah menetapkan status darurat COVID-19 sejak Januari lalu ketika sekitar 4.000 kasus infeksi virus corona bertambah setiap harinya. Status tersebut rencananya akan dicabut pada 7 Maret.

Namun pemerintah Jepang dilaporkan berencana memperpanjang status darurat COVID-19 di negaranya kendati jumlah kasus baru telah menurun belakangan ini.

Baca juga: Jepang izinkan kedatangan atlet asing mulai Maret


Pewarta : Shofi Ayudiana
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar