Pasien selesai isolasi COVID-19 di Babel bertambah 36 orang

id SATGAS BABEL

Pasien selesai isolasi COVID-19  di Babel bertambah 36 orang

Satgas COVID-19 Provinsi Kepulauan Babel menerapkan PPKM skala mikro di Desa Bencah, Delas dan pesantren Sungailiat, Bangka (Aprionis)

Pangkalpinang (ANTARA) - Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan pasien selesai menjalani isolasi COVID-19 di wisma karantina dan rumah sakit bertambah 36 sehingga secara kumulatif orang dinyatakan sehat dari virus corona itu mencapai 6.823 jiwa.

“Hari ini 36 pasien selesai menjalani isolasi, sehingga tingkat orang yang selesai isolasi dan dinyatakan sehat dari Covid-19 naik 91,06 persen dibandingkan Kamis (4/3),” kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Babel, Andi Budi Prayitno di Pangkalpinang, Jumat.

Ia mengatakan sebanyak 36 pasien dinyatakan selesai menjalani isolasi atau sehat dari COVID-19 tersebar di Kota Pangkalpinang 14, Kabupaten Bangka 6, Bangka Tengah 1, Bangka Barat 2, Belitung 11, Belitung Timur 2 orang.

Baca juga: Kasus sembuh dari COVID-19 di Kaltim bertambah 459 orang

Sementara itu, pasien meninggal 112, dalam isolasi/perawatan 558 (bertambah 32 - berkurang 36), kumulatif kasus konfirmasi 7.493 (bertambah 32) tersebar di Pangkalpinang 2.783 (bertambah 18).

Kumulatif kasus di Bangka 2.073 (bertambah 9), Bangka Tengah 1.173 (bertambah 3), Bangka Barat 350, Bangka Selatan 330, Belitung 461 (bertambah 2), Belitung Timur 323 orang.

“Orang yang sedang atau masih dalam perawatan dan penanganan dibandingkan dengan kemarin maka hari ini kembali turun yakni 7,45 persen,” katanya.

Menurut dia kesadaran dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan yang meningkat ini, merupakan cara paling sederhana dan mudah serta murah agar kita dan orang-orang di sekitar kita tidak terpapar COVID-19.

“Ini artinya ada tanggung jawab kita sebagai sesama warga masyarakat, sehingga penularan dan penyebaran Covid-19 tidak meluas dan menjadi masif di daerah ini,” ujarnya.

Ia menyatakan tidak bisa tidak, penanganan COVID-19 membutuhkan kerjasama, sinergi dan kolaborasi. Tanpa itu, upaya dalam mengatasi pandemi ini tidak akan berhasil dan maksimal.

“Sinergitas menjadi kata kunci kita untuk fokus dan serius menangani Covid-19 dan pada saat yang sama mendorong percepatan pemulihan ekonomi dan sosial sebagai akibat dari pandemi,” katanya. ***3***

Baca juga: Kasus terkonfirmasi COVID-19 bertambah 7.264 , sembuh 6.440 kasus
Baca juga: Penambahan kasus COVID-19 Jakarta Kamis (4/3) sebanyak 2.008

 

Pewarta : Aprionis
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar