Pihak mantan Gubernur Kepri membantah enggan kembalikan mobil dinas

id Mobil dinas gubernur,MOBIL DINAS KEPRI

Pihak mantan Gubernur Kepri membantah enggan kembalikan mobil dinas

Isdianto menaiki mobil dinas saat masih menjabat Gubernur Provinsi Kepri. ANTARA/Ogen.

Tanjungpinang (ANTARA) - Mantan Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Isdianto melalui seorang keluarganya Ismail membantah enggan mengembalikan mobil operasional dinas kepada Pemprov Kepri.

"Tidak benar, kalau Pak Isdianto dan keluarga menahan mobil dinas tersebut, bahkan sejak jauh-jauh hari beliau sudah minta saya mengembalikannya ke pemprov," kata Ismail, Jumat.

Bahkan, menurutnya, tidak hanya mobil dinas, namun semua aset yang melekat saat masih menjabat sebagai gubernur turut dikembalikan.

Ismail mengakui memang benar masih ada satu mobil merek Toyota Land Cruiser Prado yang masih terparkir di teras rumah kediaman Isdianto, hal itu dikarenakan belum adanya berita acara serah terima barang dari Biro Umum Pemprov Kepri.

Dia pun menegaskan sejak Isdianto tidak lagi menjabat sebagai gubernur, mobil tersebut tidak pernah digunakan.

"Secara peribadi, Pak Isdianto tidak bermaksud menahan apa pun yang merupakan milik pemerintah. Alhamdulillah, beliau juga masih punya mobil pribadi," ujar Ismail.

Ismail menyatakan sudah menjelaskan kepada Pemprov Kepri terkait keberadaan mobil dinas tersebut.

"Pihak Pak Isdianto tidak pernah menghalangi penarikan mobil itu," katanya menegaskan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan sebelumnya mobil dinas lainnya merek Mitsubisi Pajero telah ditarik Pemprov Kepri.

Pihaknya tidak ada menghalangi dalam hal penarikan mobil tersebut, walaupun tanpa berita acara serah terima apa pun.

"Kami ingin semua selesai tanpa ada masalah apa pun di belakangan hari. Silakan jumpa saya, bawa surat berita acaranya, pasti diserahkan mobil tersebut," demikian Ismail.
Baca juga: Mantan Pimpinan DPRD Kepri langsung kembalikan mobil dinas
Baca juga: Pejabat Kepri dilarang gunakan mobil dinas untuk mudik

Pewarta : Ogen
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar