PPP apresiasi bantuan kaki palsu dari Angkasa Pura II

id PPP, DPRD Lebak, Kaki Palsu, disabilitas

PPP apresiasi bantuan kaki palsu dari Angkasa Pura II

Ketua DPC PPP Lebak Neng Siti Julaiha saat melakukan pendampingan acara pengukuran kaki palsu di kantor DPRD Lebak, Jumat (5/3/2021). (Dok.Pribadi)

Jakarta (ANTARA) - DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Lebak, Banten, mengapresiasi bantuan kaki palsu untuk penyandang disabilitas dari PT Angkasa Pura II dan Yayasan Kick Andy.

"Kami mengucapkan terimakasih untuk kepedulian terhadap masyarakat golongan difabel di Kabupaten Lebak. Masyarakat sangat terbantu dengan bantuan ini di tengah beban dan kesulitan akibat pandemi COVID-19,” kata Ketua DPC PPP Lebak Neng Siti Julaiha dalam keterangannya Pers di Jakarta, Jumat.

Anggota DPRD Banten itu menilai kontribusi korporasi dan yayasan sangat bernilai, karena meringankan beban masyarakat yang memang membutuhkan bantuan tersebut, terutama bagi golongan difabel.

Pemberian bantuan kaki palsu sekaligus pengukuran kaki untuk disabilitas dilaksanakan di pelataran ruang rapat paripurna DPRD Lebak, Jumat.

Baca juga: Penyandang disabilitas di Pulau Penyengat dapat bantuan kaki palsu

Neng Siti berharap agar kerja sama dengan pihak PT Angkasa Pura II dan Yayasan Kick Andy dapat terus terjalin dengan baik dan terus dapat membantu masyarakat Lebak.

“Semoga kerja sama dalam bentuk bantuan sosial seperti ini dapat terjalin terus," harap Neng saat melakukan pendampingan acara pengukuran kaki palsu di Kantor DPRD Lebak, Jumat.

Program 1.000 Kaki Palsu Gratis oleh PT Angkasa Pura II dan Kick Andy Foundation diluncurkan pada 2018 yang disalurkan ke seluruh wilayah Indonesia.

NJ menambahkan aksi sosial, tidak hanya bantuan kaki palsu, yang dilakukan Angkasa Pura II ini perlu diikuti oleh korporasi lain di Indonesia untuk meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.

Baca juga: Angkasa Pura Palangka Raya bantu disabilitas melalui kaki palsu

Baca juga: 42 tuna daksa terima bantuan kaki palsu

Pewarta : Fauzi
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar