28.749 warga Babel telah divaksinasi COVID-19

id vaksinasi covid-19,vaksin covid,vaksin corona,vaksin covid-19,vaksinasi

28.749 warga Babel telah divaksinasi COVID-19

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan saat membentuk tim percepatan vaksinasi COVID-19. ANTARA/Aprionis.

Pangkalpinang (ANTARA) - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan menyebutkan sebanyak 28.749 warga telah divaksinasi COVID-19 tahap satu dan dua, sebagai langkah pemerintah mengendalikan penyebaran virus corona di daerah itu.

"Kita harus bergerak cepat untuk menyukseskan vaksinasi massal ini untuk mengatasi pandemi COVID-19 ini," kata Erzaldi Rosman Djohan di Pangkalpinang, Ahad.

Ia mengatakan kegiatan vaksinasi COVID-19 kepada 28.749 warga diberikan secara bertahap, yaitu tahap pertama sebanyak 182.035 kepada tenaga kesehatan dan pejabat publik sebagai garda terdepan penanganan COVID-19.

Baca juga: Hoaks! Empat nakes meninggal akibat vaksinasi COVID-19

Realisasi vaksinasi tahap kedua yang dimulai Senin (1/3) sebanyak 9.985 orang dengan sasaran tenaga pendidik dan masyarakat lanjut usia (lansia) tersebar di Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung dan Belitung Timur.

"Ini menjadi perhatian khusus kita untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan bertindak cepat untuk atasi pandemi dengan menyukseskan vaksinasi massal ini," ujarnya.

Menurut dia upaya ini membutuhkan kerja sama seluruh pihak yang terkait. Untuk itu, ia meminta kepada aparatur yang bertanggungjawab dalam hal vaksin, agar segera mengambil langkah-langkah penting.

"Dari segi persentase, Bangka Belitung terdorong berada di tengah-tengah. Tapi saya terus mendorong kawan-kawan, karena kemampuan kita ini ada dan bisa, kenapa kita tidak melakukan percepatan," katanya.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Babel, Andi Budi Prayitno mengatakan meskipun vaksinasi COVID-19 sudah diberikan, tidak berarti bahwa orang yang sudah divaksin boleh mengabaikan protokol kesehatan.

Baca juga: Metode "drive thru" bentor untuk vaksinasi COVID-19 lansia

"Bagaimana pun kita tetap harus menjaga diri dari potensi terpapar COVID-19 dan kemungkinan bahwa virus ini telah beradaptasi atau bermutasi, mengingat saat ini penularannya tidak lagi didominasi oleh kasus impor, namun sudah terjadi kasus transmisi lokal yang cukup banyak," katanya.

Oleh karena itu, ini yang musti menjadi perhatian kita semua agar lebih peduli dengan meningkatkan kewaspadaan dini. Kita tak boleh lengah maupun panik, harus tetap awas, waspada dan juga peduli.

"Vaksinasi COVID-19, prokes seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak serta 3T (testing, tracing, dan treatment) merupakan satu rangkaian utuh yang tidak terpisahkan untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus berbahaya ini," katanya. ***3***

Baca juga: Hingga Sabtu, 2.552.265 orang sudah vaksinasi COVID-19 dosis pertama
Baca juga: 1.130.524 warga Indonesia telah peroleh dosis lengkap vaksin
Baca juga: Wali Kota: Pedagang tetap terapkan prokes meski sudah divaksin

 

Pewarta : Aprionis
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar