Polwan bantu penyembuhan trauma korban selamat bus jatuh ke jurang

id Pemkab Sumedang, polres Sumedang, trauma healing

Polwan bantu penyembuhan trauma korban selamat bus jatuh ke jurang

Polwan menemui korban kecelakaan bus di Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (11/3/2021). ANTARA/HO-Polres Sumedang.

Sumedang (ANTARA) - Kepolisian Resor Sumedang menerjunkan sejumlah Polisi Wanita untuk membantu melakukan proses penyembuhan trauma atau trauma healing bagi korban selamat dalam kecelakaan bus jatuh ke jurang di Jalan Raya Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto  di Sumedang, Kamis mengatakan ada 11 personel tergabung dalam tim pemulihan trauma bagi keluarga maupun korban di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang.

Keluarga dari korban yang meninggal dunia maupun penumpang yang selamat tentunya membutuhkan pemulihan trauma dampak dari peristiwa kecelakaan bus di Jalan Raya Wado, Rabu (10/3) malam, ujarnya.

Tim yang bergerak itu, kata dia, untuk memberi semangat kepada keluarga korban sehingga bisa lebih tenang dan merasa nyaman.
Baca juga: Korlantas Polri jelaskan kronologis kecelakaan maut bus di Sumedang
Baca juga: Polisi melarang bus gunakan Jalur Wado-Garut karena rawan kecelakaan


"Tim memberikan semangat kepada para keluarga korban kecelakaan," katanya.

Peristiwa Bus Pariwisata Sri Padma Kencana masuk jurang itu terjadi di Jalan Raya Wado-Malangbong tepatnya di Tanjakan Cae, Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Sumedang.

Bus tersebut membawa 65 penumpang, 27 penumpang termasuk sopirnya meninggal dunia, dan yang lainnya selamat dan mengalami luka-luka.

Bus yang membawa rombongan siswa SMP IT Al-Muaawanah, Cisalak, Kabupaten Subang itu melaju dari arah Garut menuju Sumedang kemudian tidak terkendali hingga akhirnya jatuh ke jurang.
Baca juga: Diakui pagar pengaman jalan Tanjakan Cae Sumedang tak kuat tahan bus
Baca juga: Polisi sebut jalan lokasi kecelakaan di Sumedang bukan untuk bus

Pewarta : Feri Purnama
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar