Demokrat DKI ancam pecat kader pembelot ke kubu KLB

id Demokrat DKI,Kisruh Demokrat,Mujiyono,Moeldoko,Agus Harimurti Yudhoyono

Demokrat DKI ancam pecat kader pembelot ke kubu KLB

Anggota DPRD DKI Fraksi Demokrat dan para stafnya mengikrarkan setia pada kepengurusan Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Gedung DPRD DKI jakarta, Rabu (17/3/2021). ANTARA//Ricky Prayoga.

Jakarta (ANTARA) - Badan Pembina Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) Partai Demokrat DKI Jakarta mengancam untuk melakukan pemecatan terhadap kader pembelot ke kubu Demokrat Kongres Luar Biasa (KLB).

"Perintah Ketua DPD kepada Ketua BPOKK, jika ada kader yang terindikasi kuat bergeser dari kepemimpinan AHY, langsung dipecat," ujar Ketua BPOKK Partai Demokrat DKI Jakarta Mujiyono, di Jakarta, Rabu.

Ia menegaskan pihaknya akan memberlakukan sanksi tegas tersebut tanpa pandang bulu.

Kendati demikian, Mujiyono mengklaim sampai saat ini belum ada indikasi kader Partai Demokrat di DKI Jakarta yang membelot pindah kubu.

"Sebagai BPOKK, saya hari per hari memonitor kepengurusan DPD,DPC , DPAC, ranting dan anak ranting sampai dengan sekarang masih solid," tuturnya.

Baca juga: Fraksi Demokrat DPRD DKI juga nyatakan kesetiaan pada AHY

Namun, Mujiyono menyatakan, pihaknya tidak akan lengah dan tetap monitor kalau-kalau ada yang membelot.

"Soliditas kami akan terus dijaga, karena Partai Demokrat yang sah adalah hasil Kongres V menghasilkan Ketum AHY. Selain itu, SK Menkumham juga sudah jelaskan, yakni AD/ ART yang digunakan adalah AD/ ART hasil kongres V tahun 2020," ucapnya.

Pada Rabu 7 Maret 2021, 10 anggota dewan dari Fraksi Partai Demokrat beserta stafnya, mengikrarkan janji setia pada kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono dengan dipimpin langsung oleh Ketua Fraksi Demokrat di DPRD DKI Jakarta Desie Christhyana Sari.

Dalam ikrar setia tersebut, ada lima poin yang diserukan oleh anggota fraksi DPRD DKI Jakarta, yang pertama, setia kepada dan akan membela tegaknya Pancasila, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), dan UUD (Undang-Undang Dasar) NKRI 1945.

Kedua, setia dan akan membela tegaknya konstitusi, Undang-Undang Partai Politik, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat Hasil Kongres ke-V Tahun 2020; Ketiga, setia kepada kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat periode 2020-2025 pimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Baca juga: Seluruh kader Partai Demokrat Jakarta solid bela AHY

Keempat, senantiasa membela dan mempertahankan dengan sekuat tenaga dan sepenuh hati segala ajaran, doktrin, ideologi, manifesto politik, tradisi dan platform Partai Demokrat, serta akan terus-menerus tanpa mengenal lelah mengibarkan panji-panji Partai Demokrat di seluruh wilayah NKRI.

Kelima, akan tetap bersatu, kompak, dan terus menjaga solidaritas sesama kader dan senantiasa memperjuangkan amanat penderitaan dan harapan rakyat demi terwujudnya cita-cita berdirinya NKRI, utamanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Partai Demokrat diketahui mengalami kekisruhan usai diselenggarakannya Kongres Luar Biasa (KLB) di Sumatera Utara yang menetapkan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Sementara Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan pendukungnya menyatakan pihaknya adalah kepengurusan Partai Demokrat yang sah.

Adapun, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly mengaku belum menerima berkas yang diserahkan Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Moeldoko.

Baca juga: Demokrat DKI nilai APBD DKI 2021 kurang berkualitas

Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar