Surplus 320.000 ton beras, DPRD tak ingin impor masuk Jawa Barat

id Impor beras, kabupaten bogor, jawa barat

Surplus 320.000 ton beras, DPRD tak ingin impor masuk Jawa Barat

Dokumentasi pekerja memanggul karung beras di Gudang Bulog Sub divre Ciamis, Sindangrasa, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (30/9/2020). ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

Bogor (ANTARA) - Anggota DPRD Jawa Barat, Asep Wahyuwijaya, mengaku tak ingin peredaran beras impor masuk ke wilayahnya, karena Jawa Barat diprediksi akan mengalami surplus produksi beras hingga 320.000 ton.

"Jangan coba-coba beras impor itu dikirimkan dan dijual ke masyarakat Jawa Barat. Apalagi kalau dijualnya pun dengan harga yang murah," katanya saat dihubungi di Bogor, Kamis (18/3).

Baca juga: Soal impor beras, Anggota DPR: Mendag harus lihat kondisi di lapangan

Anggota DPRD Jawa Barat asal Kabupaten Bogor itu memastikan petani beras asal Jawa Barat akan terdampak langsung saat ada beras impor masuk wilayahnya.

"Petani di Jawa Barat bisa kena hantaman bertubi-tubi. Prinsipnya, kalau petani Jawa Barat sendiri sudah melimpah hasil panennya, maka warga di Jawa Barat pun dipastikan tak butuh impor beras," terang ketua Fraksi Partai Demokrat di DPRD Jawa Barat itu.

Baca juga: Komisi IV DPR minta pemerintah benahi tata kelola ketersediaan pangan

Baca juga: Anggota DPR ingatkan jangan impor beras saat stok cukup


Ia mengatakan, pemerintah harus melakukan pertimbangan matang sebelum impor beras. Ia yakin surplus produksi beras di Jawa Barat bisa berkontribusi pada kebutuhan beras nasional.

"Artinya akan ada sumbangan beras dari hasil petani di Jawa Barat untuk kebutuhan nasional. Komitmen untuk mengimpor beras setidaknya harus mempertimbangkan alasan yang sangat mendesak," kata dia.

Baca juga: Ridwan Kamil usul impor beras ditunda jelang panen raya

Baca juga: Pengamat: Impor beras saat ini belum diperlukan


Sebelumnya, Menteri Perdagangan, M Lutfi, menegaskan tidak ada niat pemerintah menurunkan harga petani terutama saat sedang panen raya. Sebagai contoh, katanya, harga gabah kering petani tidak diturunkan.

Ia berpendapat pemerintah mengimpor beras untuk mengantisipasi kelangkaan atau kenaikan harga tidak terjadi di saat pandemi ini.

Baca juga: Bulog mengaku kesulitan salurkan beras bila harus impor lagi

Ia juga menuturkan beras impor tidak akan digelontorkan ke pasar saat panen raya sekitar April 2021, tetapi untuk disimpan dan digunakan guna menambah iron stock.

Adapun menurut Bulog, cadangan beras nasional sedang berlimpah.

Baca juga: Komisi IV DPR tolak kebijakan impor beras, prioritaskan beras lokal

Baca juga: Dirut Bulog: Kami utamakan serap beras dalam negeri sebelum impor

Baca juga: Anggota DPR: Kaji ulang rencana impor beras

Pewarta : M Fikri Setiawan
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar