BI Malang harapkan KKI mampu mendorong peningkatan kredit perbankan

id BI Malang, Karya Kreatif Indonesia, UMKM binaan

BI Malang harapkan KKI mampu mendorong peningkatan kredit perbankan

Wali Kota Malang Sutiaji (baju outih) dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang Azka Subhan Aminurridho (batik) meninjau stan peserta pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) seri I Tahun 2021 di Hotel Santika Malang, Rabu (24/3/2021). ANTARA HO/BI Malang

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang (BI) Malang Azka Subhan Aminurridho berharap Karya Kreatif Indonesia (KKI) Seri I Tahun 2021 mampu mendorong peningkatan kredit perbankan untuk penyaluran usaha mikro kecil menengah (UMKM).

"Melihat besarnya peluang pengembangan UMKM di wilayah KPw BI Malang, kami berharap KKI ini dapat mendorong peningkatan kredit perbankan untuk penyaluran UMKM," kata Azka di sela pembukaan KKI Seri I Tahun 2021 di Kota Malang, Rabu.

Berdasarkan data penyaluran kredit UMKM Februari 2021 di wilayah kerja KPw BI Malang pada 2020 meningkat sebesar 5,64 persen dari tahun 2019 yang mencapai Rp15,4 triliun. Dalam mendorong penyaluran kredit perbankan ini diperlukan sinergi yang baik dari lembaga keuangan maupun UMKM.

KKI Seri I Tahun 2021 pada Maret 2021 yang diselenggarakan di seluruh Kantor Perwakilan Bank Indonesia merupakan bentuk dukungan dan upaya BI menyukseskan Instruksi Presiden atas Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dan Bangga Berwisata #DiIndonesiaAja (BWI).

Kegiatan ini dilakukan untuk mendorong belanja produk UMKM lokal yang didukung oleh 15 Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah di Indonesia.

Upaya mendorong globalisasi UMKM dilakukan melalui peningkatan daya saing produk UMKM, antara lain melalui kurasi, talkshow, business matching maupun kerja sama dengan investor.

Dalam kegiatan KKI itu diselenggarakan pameran produk UMKM binaan dan mitra dari seluruh wilayah kerja KPw BI Malang, Capacity Building, Business Matching serta Kurasi Produk UMKM. Produk UMKM yang akan ditampillkan yaitu batik, kerajinan, kopi serta makanan olahan.

Sejumlah UMKM binaan yang berpartisipasi dalam KKI Seri I 2021, di antaranya Batik Anjani Kota Batu, Batik Antique Kota Malang, Batik Druju Kabupaten Malang, Batik Pandan Arum Kabupaten Malang, Batik Prabulinggih Kota Probolinggo, Kopi Ledug Kabupaten Pasuruan, Kopi Amadanom Kabupaten Malang, Gapoktan Mitra Arjuna Kota Batu, Andamel Mulyo Kota Batu, Beras Lumpang Berlian Kabupaten Malang.

Kegiatan Capacity Building diselenggarakan secara Hybrid dengan tema "Suistanable Fashion, Pentingnya Prospek Produk Halal di Indonesia" serta sosialiasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Untuk kegiatan Business Matching bekerja sama dengan Dekranasda, Malang Strudel, PT BNI (Persero) KC Universitas Brawijaya, dan PT. BSI KCP Pasar Besar Kota Malang. Sedangkan kurasi produk UMKM akan dilaksanakan oleh Dekranasda, Indonesian Fashion Chamber (IFC) Malang dan Toko Malang Strudel.

KPw BI Malang berupaya meningkatkan kapasitas UMKM melalui program bantuan teknis berupa pelatihan, workshop, webinar dan mendorong UMKM untuk dapat menyusun laporan keuangan melalui pemberian pelatihan Sistem Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) agar para UMKM menjadi bankable.

Pameran KKI 2021 diharapkan dapat menyosialisasikan dan mempublikasikan program Bank Indonesia kepada masyarakat mengenai peran dalam pengembangan UMKM, memperluas akses pasar domestik dan ekspor, khususnya di tengah pandemi COVID-19 serta sebagai katalisator bagi para pelaku usaha industri kreatif dalam meningkatkan kualitas produk.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji berharap gelaran KKI mampu mendorong UMKM untuk memulihkan ekonpmi di daerah itu.

"Kita bisa memenangkan pasar global jika kita punya inisiatif dan kreatif, dengan terus membangun sinergi di antara kita semua. Ini yang kita butuhkan,” tuturnya.

Pemerintah Kota Malang saat ini tengah berupaya mendorong pertumbuhan UMKM melalui pemberian edukasi dan literasi kepada pelaku UMKM dengan memberikan berbagai pelatihan.

Memfasilitasi UMKM Kota Malang untuk memasarkan produknya melalui aplikasi yang disediakan oleh LPSE, maupun BEJO; market place yang disediakan oleh Pemprov Jatim, termasuk memasarkan produk melalui showroom Dekranasda yang sudah merangkul lebih dari 600 UMKM di Kota Malang.
Baca juga: Teten dorong "new branding" UMKM yang lebih modern
Baca juga: Sukseskan kampanye Karya Kreatif Indonesia, BI perkuat penggunaan QRIS


 

Pewarta : Endang Sukarelawati
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar