BPBD Riau: Titik api karhutla di Riau turun

id BPBD Riau,karhutla

BPBD Riau: Titik api karhutla di Riau turun

Hujan yang sudah mulai mengguyur sejumlah wilayah di Riau ikut mengurangi jumlah titik api karhutla. ANTARA/Frislidia

Provinsi Riau (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau menyebutkan jumlah titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi itu menunjukkan penurunan dan tersisa hanya satu titik api di Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.

"Titik api yang terdeteksi di Teluk Meranti sudah ditangani petugas melalui jalur darat dan jalur udara agar bisa ditangani dengan cepat," kata Kabid Kedaruratan BPBD Riau, Jim Gafur di Pekanbaru, Rabu.

Ia mengatakan, musim hujan sudah mulai masuk ke Riau, dan hujan telah mengguyur Riau namun belum merata di seluruh daerah, sesuai pantauan BMKG musim hujan di Riau diperkirakan pertengahan April 2021.

Namun demikian, katanya, hujan saat ini telah membantu pencegahan karhutla di berbagai daerah karena meski belum merata, hujan yang deras telah mampu membasahi lahan kering.

"Riau sudah diguyur hujan membantu pemadaman karhutla. Untuk penanganan serta mengantisipasi karhutla, maka tim satgas selalu siaga berpatroli di lapangan, terutama di daerah yang rawan terjadi karhutla," katanya.

Baca juga: Satgas Riau fokus padamkan karhutla di Bengkalis dan Pelalawan
Baca juga: Waspadai sabotase karhutla, PTPN V rutin patroli


Ia menyebutkan, hingga Rabu ini di Teluk Meranti BPBD Riau bersama tim satgas karhutla terus melakukan monitoring di lapangan, karena daerah tersebut merupakan daerah rawan terjadi karhutla.

Untuk Teluk Meranti, katanya, pada Kamis (25/3), Tim BPBD Riau akan kembali turun ke lapangan guna memastikan penanganan khususnya mengantisipasi kebakaran meluas.

"Berbagai upaya terus kita lakukan demi Riau bebas kabut asap akibatkan karhutla," katanya.

Baca juga: Tanggulangi karhutla, Riau dapat bantuan tiga heli dan dua pesawat
Baca juga: BPPT mulai operasikan modifikasi cuaca tangani karhutla di Riau

Pewarta : Frislidia
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar