DPR puji Grand Design Olahraga Nasional

id Menpora,Grand Design Olahraga,Komisi X DPR RI

DPR puji Grand Design Olahraga Nasional

Sejumlah atlet uji coba lari 200 meter di lintasan lari Stadium Lukas Enembe, Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Selasa (9/1/21). Sekum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Papua Markus Raubaba mengaku sebanyak 55 atlit akan di saring bulan April mendatang untuk penentuan target emas masing-masing dari tolak peluru, lari, dan lempar lembing dalam PON XX 2021 mendatang. ANTARA FOTO/Indrayadi TH/hp. (Indrayadi TH/Indrayadi TH)

Jakarta (ANTARA) - Komisi X DPR RI mengapresiasi Grand Design Olahraga Nasional yang telah disusun Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebagai upaya meningkatkan prestasi olahraga.

Dalam rapat kerja komisi ini dengan Kemenpora di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa, Ketua Komisi X Syaiful Huda semakin yakin target prestasi Indonesia dalam berbagai event olahraga intenasional dapat terwujud karena ada grand design ini.

“Semalam saya membaca berkali-kali desain besar ini dan ini menjawab pertanyaan publik tentang masa depan dunia olahraga kita dan kira-kira ekspektasinya terpenuhi dengan adanya desain besar terkait dengan peta jalan keolahragaan kita ini,” kata Syaiful dalam rilis di Jakarta, Rabu.

Apresiasi juga disampaikan Anggota Fraksi PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira yang menyebut grand design tersebut dirancang sangat detail, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.

Menurut Andreas, desain besar tersebut akan menjadi masukan dalam Revisi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (UU SKN).

Baca juga: Indonesia segera punya Grand Design Keolahragaan Nasional

“Berkaitan dengan kurikulum pendidikan, saya kira ini juga sekaligus kita bicarakan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sehingga nanti ada merdeka belajar untuk para atlet diterapkan dalam sistem ini,” kata Andreas.

Menpora Zainudin Amali sendiri menjelaskan grand design tersebut disusun guna meningkatkan prestasi olahraga nasional mulai 2021 hingga 2045.

Desain besar itu dibuat untuk target jangka pendek dan jangka panjang dalam meraih prestasi dalam Olimpiade, mulai Olimpiade Tokyo 2020 sampai Olimpiade Los Angeles 2028. Ia menargetkan ada peningkatan perolehan medali dalam setiap pergelaran Olimpiade.

Kemudian target besarnya, lanjut dia, adalah Indonesia tembus 10 besar peraih medali seandainya terpilih menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

“Rencana induk kita atau masterplan peningkatan prestasi olahraga sebagaimana yang telah kita canangkan tadi bahwa 2032 kita harus masuk di posisi 10 besar dan itu tentu kita harus benar-benar memetakan mana cabang-cabang olahraga yang memungkinkan untuk bisa mencapai keinginan itu,” tutup Zainudin.

Baca juga: Pemerintah uji publik grand design olah raga di Semarang


Pewarta : Shofi Ayudiana
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar