BMKG: Jatim memasuki peralihan musim hujan ke kemarau

id BMKG Juanda, peralihan musim, musim hujan, musim kemarau

BMKG: Jatim memasuki peralihan musim hujan ke kemarau

Peta prakiraan cuaca di Jawa Timur. ANTARA/HO-BMKG Juanda.

Sidoarjo (ANTARA) -
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG Juanda menyatakan jika saat ini Provinsi Jawa Timur sedang memasuki peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau sehingga masyarakat diminta untuk mewaspadai sejumlah potensi bencana hidrometeorologi.
 
Kasi data dan informasi BMKG Juanda Teguh Tri Susanto di Sidoarjo Jumat mengatakan secara umum pada akhir Maret sampai dengan April sudah memasuki peralihan musim.
 
"Rata-rata akhir Maret sampai dengan April sudah masuk musim peralihan," katanya saat dikonfirmasi di Sidoarjo.
 
Ia mengemukakan, saat peralihan musim seperti sekarang ini masyarakat diminta untuk mewaspadai terjadinya kemungkinan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor atau juga angin kencang dan juga puting beliung.
 
"Kami juga sudah mengeluarkan peringatan dini terkait dengan pancaroba atau masa peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau," katanya.

Baca juga: BMKG: Tujuh kabupaten di Provinsi Aceh siaga potensi banjir
 
Ia mengatakan, pancaroba ini bukan musim tetapi masa peralihan musim yang ditandai oleh kondisi cuaca yang tidak menentu, dari panas tiba-tiba hujan, dari angin tenang tiba-tiba berubah angin kencang dan sebagainya.
 
"Waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem seperti terjadinya puting beliung, hujan lebat disertai petir, hujan es," katanya.
 
Ia mengatakan, dampak yang ditimbulkan dari peralihan musim ini di antaranya adalah banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencan, pohon tumbang dan juga jalan licin.
 
Menurutnya, masyarakat bisa melakukan perbaikan atap rumah untuk antisipasi cuaca ekstrem, memeriksa pohon papan reklame atau baliho.
 
"Kemudian masyarakat juga bisa membersihkan sampah yang menghambat laju air, waspadai gangguan kesehatan dengan menjaga ketahanan tubuh, menjaga kebersihan lingkungan untuk menghindari demam berdarah serta mengikuti perkembangan informasi cuaca di media sosial milik BMKG," katanya.

Baca juga: BMKG; Waspada potensi hujan lebat disertai angin di Pulau Jawa
Baca juga: Potensi puting beliung-hujan es diperkirakan terjadi pada April-Mei

Pewarta : Indra Setiawan
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar