Hasto serahkan pengelolaan rumah budaya ke BKN PDI Perjuangan

id PDI Perjuangan, rumah budaya,Hasto Kristiyanto

Hasto serahkan pengelolaan rumah budaya ke BKN PDI Perjuangan

Sekjen Partai PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (tengah) menyerahkan secara simbolis pengelolaan rumah budaya kepada Ketua BKN Pusat PDI Perjuangan Aria Bima (dua kiri). ANTARA/Fauzi Lamboka/am.

Jakarta (ANTARA) - Sekjen Partai PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyerahkan secara simbolis pengelolaan rumah budaya kepada Ketua Badan Kebudayaan Nasional (BKN) Pusat PDI Perjuangan Aria Bima.

Penyerahan itu disaksikan Sekretaris BKN Rano Karno jelang peresmian di kompleks Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Ahad malam.

"Mewakili Ibu Megawati, kami serahkan rumah budaya kepada BKN PDI Perjuangan," kata Hasto.

Usai penyerahan secara simbolis, dilanjutkan bincang-bincang yang dipandu Agustina Hermanto atau Tina Toon yang juga anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta.

Baca juga: Rano Karno sebut Rumah Budaya tunjukan komitmen PDIP rawat Indonesia

Hasto mengatakan bahwa Bung Karno telah menegaskan bagaimana Indonesia berkepribadian dalam kebudayaan. Pesan itu selalu disampaikan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri kepada seluruh kader di Nusantara sehingga menjadi kesadaran kultural.

"Melalui rumah budaya saat ini diresmikan, PDI Perjuangan selalu menggelorakan Pancasila di Nusantara yang begitu kaya dengan nilai-nilai budaya," kata Hasto.

Sementara itu, Ketua BKN PDI Perjuangan Aria Bima mengatakan selama ini narasi yang disampaikan itu hanya narasi politik dan kekuasaan.

"Jadi, terlalu tegang.Tepat jika ada ruang kesenian di DPP PDI Perjuangan," ujar Aria.
Salah satu kalimat pesan dari Soekarno sebagai Presiden RI pertama di sudut ruangan Rumah Budaya BKN PDI Perjuangan, Jakarta. ANTARA/Fauzi Lamboka

Di sudut ruangan rumah budaya, terukir salah satu kalimat pesan dari Soekarno sebagai presiden pertama RI yakni: "Nasionalis jang sedjati, jang nasionalismenya itu bukan timbul semata-mata suatu copie atau tiruan dari nasionalisme barat, akan tetapi timbul dari masa tjinta akan manusia dan kemanusiaan."

Baca juga: Aria Bima: Kebudayaan dapat lembutkan kerasnya persaingan politik

Pewarta : Fauzi
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar