Direktur ANTARA minta generasi muda saring informasi untuk dikonsumsi

id Generasi muda,Sosial media,Indonesia maju

Direktur ANTARA minta generasi muda saring informasi untuk dikonsumsi

Tangkapan layar Direktur Keuangan, MSDM dan Umum Perum LKBN Antara Nina Kurnia Dewi dalam seminar bertema "Outlook 2021: Menuju Indonesia Maju" di Jakarta, Selasa (30/3/2021). (ANTARA/ Zubi Mahrofi)

Jakarta (ANTARA) - Direktur Keuangan, MSDM dan Umum Perum LKBN ANTARA Nina Kurnia Dewi meminta generasi muda pintar mengolah dan menyaring informasi di dunia digital untuk dikonsumsi.

"Era saat ini kita dibombardir dengan ragam informasi. Hati-hati, pastikan dulu siapa yang membuat informasi," ujar Nina dalam seminar bertema "Outlook 2021: Menuju Indonesia Maju" di Jakarta, Selasa.

Dengan banyaknya informasi yang ada saat ini, ia menyampaikan, terdapat istilah misinformasi, disinformasi, dan malinformasi.

Ia mengemukakan, misinformasi merupakan informasi yang kurang tepat tetapi tidak ada tendensi untuk membahayakan orang lain.

Baca juga: Jasa Marga-ANTARA kerja sama layanan komunikasi media terintegrasi

Sementara disinformasi, merupakan informasi yang kurang tepat dan kemudian dibuat dengan maksud tertentu. "Bisa jadi pemberitaan yang dibuat benar adanya dalam sebuah event tapi informasi yang diambil sepotong atau diplintir," katanya.

Sedangkan malinformasi, faktanya salah atau bohong dan dibuat berita.

Dalam kesempatan itu, Nina juga menyampaikan banyaknya informasi beredar saat ini telah membuat masyarakat bingung sehingga sulit untuk menelaah.

"Ini mempengaruhi generasi muda, 'over load' informasi membuat bingung," ucapnya.

Kemudian, lanjut dia, era post-truth juga menjadi tantangan para generasi muda saat ini, dimana dalam era ini suatu informasi bercampur dengan opini.

Baca juga: LKBN ANTARA dorong aliansi strategis dengan RRI dan TVRI

"Era post truth itu pengkaburan fakta dan opini, tercampur opini di dalam pemberitaan," paparnya.

Sebagai generasi muda, Nina mengajak untuk berpikir kritis tidak mengkritisi, tapi berdiskusi

"Tolong jarinya direm, otak dulu yang kerja jangan langsung reshare ya, sabar," katanya.

Lalu, ia juga meminta kepada generasi muda agar tidak menyebarkan informasi dalam keadaan emosional. "Siapa yang nulis harus jelas dulu," katanya.

Kemudian, generasi muda harus dapat mengedukasi diri menjadi warga negara yang baik dengan bersikap profesional dan santun di sosmed. "Itu kuncinya untuk anak muda," ucapnya.

Ia mengingatkan agar generasi muda mempelajari isu terlebih dulu dengan baik sebelum menyatakan pendapat.

"Jangan langsung bergejolak, berpendapat bertanggung jawab," katanya.

Baca juga: Dirut LKBN ANTARA sebut peran penting media bentuk opini publik
 

Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar