Fauci: AS mungkin tidak butuhkan vaksin COVID AstraZeneca

id vaksin COVID-19,amerika serikat,Anthony Fauci,pandemi virus corona

Fauci: AS mungkin tidak butuhkan vaksin COVID AstraZeneca

dr. Anthony Fauci, direktur National Institute of Allergy and Infectius Diseases, bersiap untuk menerima dosis pertama vaksin baru Moderna COVID-190 di National Institute of Health, di Bethesda, Amerika Serikat, Selasa (22/12/2020). ANTARA FOTO/Patrick Semansky/Pool via REUTERS/hp/cfo/am.

Chicago (ANTARA) - Amerika Serikat mungkin tidak membutuhkan vaksin COVID-19 dari AstraZeneca, bahkan jika itu mendapatkan persetujuan peraturan AS, Anthony Fauci, dokter penyakit menular terkemuka negara itu mengatakan kepada Reuters pada  Kamis.

Vaksin AstraZeneca, yang pernah dipuji sebagai tonggak lain dalam perang melawan pandemi COVID-19, telah dirundung pertanyaan sejak akhir tahun lalu, bahkan saat telah diizinkan untuk digunakan oleh puluhan negara, tidak termasuk Amerika Serikat.

Fauci, direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular dan kepala penasihat medis Gedung Putih, mengatakan Amerika Serikat memiliki kontrak yang cukup dengan pembuat vaksin lain untuk memvaksin seluruh penduduknya, dan mungkin cukup untuk suntikan penguat di musim gugur.

Baca juga: Biden serukan negara-negara bagian prioritaskan vaksin bagi para guru
Baca juga: Fauci: Orang Amerika masih butuh masker untuk lawan COVID pada 2022


Ditanya apakah Amerika Serikat akan menggunakan dosis vaksin AstraZeneca, dia berkata, "Itu masih belum jelas. Perasaan saya adalah mengingat hubungan kontrak yang kami miliki dengan sejumlah perusahaan, bahwa kami memiliki cukup vaksin untuk memenuhi semua kebutuhan kita tanpa meminta AstraZeneca. "

Akhir tahun lalu, pembuat obat dan Universitas Oxford menerbitkan data dari percobaan sebelumnya dengan dua pembacaan kemanjuran yang berbeda sebagai akibat dari kesalahan dosis. Kemudian pada  Maret, lebih dari selusin negara untuk sementara menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca setelah laporan mengaitkannya dengan gangguan pembekuan darah yang langka.

Juga pada  Maret, badan kesehatan AS mengatakan data dari perusahaan memberikan gambaran yang tidak lengkap tentang kemanjurannya.

Beberapa hari kemudian AstraZeneca mempublikasikan hasil yang menunjukkan kemanjuran yang berkurang, meskipun masih kuat.

Fauci mengatakan bahwa "Jika Anda melihat jumlah (dosis) yang akan kami dapatkan, jumlah yang dapat diperoleh dari J&J, Novavax, Moderna jika kami menginginkan vaksin lebih. Kemungkinan kami dapat meningkatkan yang kita butuhkan, tapi saya tidak bisa mengatakan dengan pasti. "

Sumber : Reuters

Baca juga: Biden arahkan negara bagian buat orang dewasa penuhi syarat divaksin
Baca juga: AS dukung pengiriman vaksin COVAX bagi Indonesia

Pewarta : Azis Kurmala
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar