Berniat rayakan April Mop, VW justru dihujat netizen

id volkswagen,vw

Berniat rayakan April Mop, VW justru dihujat netizen

Volkswagen. ANTARA/Reuters.

Jakarta (ANTARA) - Perayaan April Mop yang memperbolehkan seseorang untuk mengeluarkan lelucon atau berbohong,  justru membuat pabrikan otomotif Jerman, Volkswagen, menerima kecaman dari berbagai pihak atas lelucon yang dikeluarkannya.
 
Hal itu terjadi ketika Volkswagen mengumumkan akan mengganti nama perusahaan menjadi "Voltswagen of America" tepat satu hari sebelum perayaan April Mop yang biasa dirayakan oleh warga mancanegara. 

Baca juga: Saham Eropa dibuka naik, terdongkrak optimisme Zalando dan Volkswagen

Atas kejadian tersebut, banyak kritikan pedas yang dilayangkan oleh netizen dengan beberapa komentar mengingat skandal emisi diesel perusahaan dan bertahun-tahun menyesatkan pelanggan dan regulator. 

Dalam hal ini, Unit Volkswagen AG di AS meminta maaf dan perusahaan tersebut sudah mengakui bahwa pengumuman palsu itu telah banyak mengecewakan orang dan konsumen setia merek tersebut.

Aksi tersebut juga sering dilakukan oleh perusahaan dengan mengeluarkan pernyataan lelucon pada tahun-tahun sebelumnya, tahun ini dilakukan kembali dimaksudkan untuk menarik perhatian pada upaya kendaraan listriknya. 

"Penggantian nama tersebut dirancang untuk menjadi pengumuman dalam semangat April Mop, menyoroti peluncuran SUV listrik ID.4 dan menandakan komitmen kami untuk menghadirkan mobilitas listrik kepada semua," kata juru bicara VW AS yang dikutip dari Reuters, Sabtu. 

Insiden tersebut menandai gangguan komunikasi terbaru di grup tersebut, yang menjadi berita utama tahun lalu ketika mereka mundur dan meminta maaf atas iklan yang diunggah di halaman Instagram resminya untuk mobil Golf yang diakui rasis dan menghina. 

Baca juga: 150.000 VW ID.4 dikirim ke seluruh dunia tahun ini

Baca juga: Volkswagen "recall" Audi A3 di AS karena masalah kantong udara

Baca juga: Volkswagen Meksiko berencana kurangi produksi pada Maret dan April

Pewarta : Chairul Rohman
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar