Brazil harap fasilitas kedokteran hewan bantu produksi vaksin COVID-19

id fasilitas kedokteran hewan,produksi vaksin covid-19,virus corona

Brazil harap fasilitas kedokteran hewan bantu produksi vaksin COVID-19

Seorang petugas kesehatan menyuntikkan dosis kedua vaksin COVID-19 Sinovac kepada seorang warga lanjut usia di panti jompo Solar das Acacias, di Guarulho dekat Sao Paulo, Brazil, (26/2/2021). ANTARA FOTO/REUTERS / Carla Carniel/aww.

Sao Paulo (ANTARA) - Brazil berharap untuk menggunakan fasilitas kedokteran hewan untuk meningkatkan produksi vaksin COVID-19, kata pihak berwenang pada  Sabtu (3/4), karena negara itu menyumbang jumlah kematian harian terburuk di dunia dan upaya vaksinasi yang terlambat.

Brazil sudah membuat atau menyelesaikan vaksin virus corona di dua lembaga kesehatan masyarakat utamanya, meskipun upaya itu belum cukup untuk memasok negara terbesar di Amerika Latin itu.

Marcelo Queiroga, menteri kesehatan keempat Brasil sejak pandemi dimulai, mengatakan dia berharap untuk memasukkan fasilitas kedokteran hewan yang membuat vaksin untuk hewan peliharaan.

Baca juga: Brazil tunda tenggat analisis izin penggunaan darurat Sputnik V
Baca juga: WHO kepada semua negara: Jangan kendur perangi COVID


"Ini tidak hanya untuk memasok pasar internal dan meningkatkan kapasitas kami tetapi juga untuk Brazil, sebagai pemimpin di Amerika Latin, dapat menawarkan vaksinnya ke negara lain," kata Queiroga kepada wartawan.

Presiden Brazil Jair Bolsonaro telah banyak dikritik karena penanganannya terhadap pandemi, karena meremehkan tingkat keparahan virus, merusak upaya jaga jarak dan penguncian.

Karena Brazil memiliki jumlah kematian harian COVID-19 terburuk di dunia, Bolsonaro membuat dorongan yang lebih besar untuk mengamankan vaksin, termasuk meminta Amerika Serikat untuk dosis cadangan.

Institut Fiocruz Brazil memiliki kemitraan dengan AstraZeneca Plc untuk memproduksi vaksinnya, sedangkan Institut Butantan memiliki kemitraan serupa dengan Sinovac Biotech China untuk membuat CoronaVac.

Butantan juga secara terpisah mengembangkan vaksinnya sendiri yang sedang melalui studi tahap awal.

Queiroga tidak membahas secara spesifik, seperti kapasitas fasilitas kedokteran hewan dan apakah ada inisiatif yang mengharuskan perusahaan farmasi untuk melepaskan hak kekayaan intelektual.

Pada  Sabtu, Brazil mencatat 1.987 kematian baru karena COVID-19, kata kementerian kesehatan, sehingga totalnya menjadi 330.193. Kematian sekarang berjumlah 330.193. Kasus naik 43.515, kata kementerian, dan sekarang total 12.953.597.

Sumber : Reuters

Baca juga: Anvisa Brazil tolak tawaran impor vaksin Bharat Biotech
Baca juga: Brazil upayakan kesepakatan pengiriman lebih awal 20 juta vaksin AS

Pewarta : Azis Kurmala
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar