149 desa di Aceh belum terakses internet

id Aceh,internet,jaringan,Telkom,IndiHome,informasi,teknologi,digitalisasi,Kominfo,Pemerintah Aceh

149 desa di Aceh belum terakses internet

Ilustrasi - Akses internet. ANTARA/HO.

Banda Aceh (ANTARA) - Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominsa) Provinsi Aceh Marwan Nusuf menyatakan sampai hari ini masih terdapat 149 desa di daerah itu yang belum memiliki sinyal atau jaringan internet.

"Menurut data sama kami, dari 6.497 desa di Aceh, masih ada 149 desa yang memang benar-benar tidak ada sinyal sama sekali," kata Marwan Nusuf di Banda Aceh, Selasa.

Baca juga: Kominfo percepat bangun akses internet di seluruh desa

Marwan menyampaikan, persoalan akses jaringan tersebut menjadi persoalan yang selama ini dipikirkan Pemerintah Aceh. Apalagi di masa pemerintahan ini banyak program terkait digitalisasi.

Artinya, kata Marwan, kebutuhan teknologi ini juga harus ditopang oleh kemampuan manusia dengan memperhatikan kearifan lokal dan nilai-nilai yang ada, karena pastinya berbeda di setiap daerah.

Baca juga: Pemkab OKI gandeng asosiasi wujudkan program internet desa mandiri

"Kami pikir ini menjadi kesempatan bagi Telkom Indonesia untuk turun tangan membantu masyarakat agar dapat memberikan konektivitas internet di seluruh Aceh," ujarnya.

Marwan mengatakan, selama pandemi COVID-19 banyak kegiatan yang memerlukan jaringan internet, terutama pertemuan-pertemuan di pemerintahan yang banyak dilakukan secara daring.

Baca juga: Diskominfo Garut perluas layanan jaringan internet hingga pelosok desa

Dirinya berharap Telkom dapat terus membantu Pemerintah Aceh dan mendukung pertemuan melalui daring dengan konektivitas internet yang memadai. Namun, juga untuk kebutuhan masyarakat lainnya.

"Mudah-mudahan tidak bosan membantu Pemerintah Aceh untuk menyambungkan konektivitas internet di seluruh Aceh. Kalau hal ini tidak bisa kita lakukan maka berdampak pada hal yang bisa mengganggu sebaran informasi kepada masyarakat," kata Marwan.

Pewarta : Rahmat Fajri
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar