Amphuri matangkan persiapan kendati belum ada keputusan soal haji

id Amphuri,haji,Pelaksanaan haji

Amphuri matangkan persiapan kendati belum ada keputusan soal haji

Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Firman M Nur dalam diskusi webinar "Umrah Anti-Mainstream" yang dipantau dari Jakarta, Senin (8/2/2021). (ANTARA/HO-Rene Turos Academy)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (DPP Amphuri) Firman M Nur menyatakan bahwa pihaknya terus mematangkan persiapan haji kendati belum ada keputusan apapun dari Pemerintah Arab Saudi.

"Kami dari Amphuri membawahi penyelenggaraan ibadah haji khusus. Kami melihat sejalan dengan pemerintah sebenarnya pada kebijakan, kita siap memberangkatkan haji selama Pemerintah Arab Saudi memberikan kesempatan keberangkatan ibadah haji," ujar Firman saat dihubungi dari Jakarta, Rabu.

Sejumlah persiapan telah dikebut seperti melakukan kajian bersama Kementerian Agama serta instrumen lembaga haji terkait, termasuk rapat dengar pendapat dengan Komisi VIII DPR RI. Sejumlah hal dibahas termasuk penerapan protokol kesehatan selama menjalani ibadah haji.

Namun pihaknya masih menunggu keputusan dari otoritas Arab Saudi perihal penyelenggaraan haji tahun ini, termasuk jumlah kuota keberangkatan yang hingga saat ini belum ada ketentuan apapun.

Baca juga: Bisnis umrah dan haji khusus lesu, Amphuri optimalkan koperasi

Baca juga: AMPHURI: Indonesia siap penuhi syarat vaksin COVID-19 bagi calon haji


Menurut dia, Amphuri sebagai penyelenggara haji khusus pada dasarnya akan selalu siap menerima berapapun kuota yang akan didapat Indonesia. Dia menegaskan, Amphuri sudah mempersiapkan segala kemungkinan yang akan terjadi.

"Namun kita melihat arahnya hampir sama bagaimana duduk bersama dengan Dirjen PHU kami mendapatkan pernyataan berapapun jumlah kuota yang diberikan kami siap memberangkatkan," kata dia.

Kendati demikian, ia berharap lampu hijau penyelenggaraan haji segera dikantongi. Apalagi Pemerintah Arab Saudi telah membuka pelaksanaan ibadah umrah Ramadhan, di samping adanya ketentuan bahwa calon jamaah yang berangkat harus sudah mendapatkan vaksinasi.

"Sejalan dengan itu Kemenag dan Kemenkes, jamaah sudah diprioritaskan untuk mendapatkan vaksin COVID-19 tadi," kata dia.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan terus mengebut vaksinasi bagi calon jamaah haji kendati belum ada keputusan pemberangkatan. Kemenkes menargetkan pada April seluruh jamaah yang akan berangkat telah mendapat vaksinasi.

Baca juga: Amphuri tunggu kepastian Saudi selenggarakan haji khusus

Baca juga: Asosiasi travel pastikan usaha umrah tetap berjalan

Pewarta : Asep Firmansyah
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar