Jembatan darurat Waiburak-Waiwerang Flores Timur bisa dilalui mobil

id jembatan darurat, Adonara Timur, bencana alam, transportasi

Jembatan darurat Waiburak-Waiwerang Flores Timur bisa dilalui mobil

Kendaraan pengangkut logistik melintas di jembatan darurat penghubung Desa Waiburak dengan Waiwerang Kota, Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Kamis (8/4/2021). ANTARA/Andi Firdaus/am.

Flores Timur, NTT (ANTARA) - Jembatan darurat yang menghubungkan Desa Waiburak dengan Kelurahan Waiwerang Kota, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis sudah mulai bisa dilintasi mobil ukuran kecil.

Berdasarkan pantauan di lokasi, ANTARA melaporkan jembatan sementara di atas Kali Mati itu dibangun secara  swadaya warga bersama personel TNI dan Polri sejak Senin (5/4) 2021.

Jembatan itu berjarak sekitar 5 meter ke arah barat dari jembatan yang roboh dihantam banjir bandang, Ahad (4/4).

Material jembatan sementara itu terbuat dari batang pohon kelapa sebagai tulang jembatan yang diikat dengan rangka bambu dan balok kayu.

Jembatan sepanjang 5 meter dengan lebar 2,5 meter pada awalnya hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki. Namun sejak Selasa (6/4), petugas berseragam polisi mengizinkan sepeda motor melintas.

Pada sisi jembatan sementara juga dibuat jalan baru dengan material yang sama yang diperuntukkan bagi pejalan kaki.

Barulah pada Kamis siang, beberapa mobil berdimensi kecil seperti kendaraan pickup pengangkut sembako dan bantuan kemanusiaan diizinkan melintas.

Tampak lima petugas jaga memberlakukan sistem buka tutup laju kendaraan, khususnya saat mobil melintas.

"Kita stop orang jalan kaki di sini kalau ada mobil mau lewat. Hanya boleh satu mobil. Kalau motor bisa bersamaan dengan orang," kata salah satu petugas polisi.

Situasi itu cukup membantu proses distribusi bantuan kemanusiaan dari berbagai lembaga pemerintah maupun swasta dari Kantor Kecamatan Adonara Timur menuju sejumlah desa di wilayah timur.

Salah satu pengendara mobil rental, Fitra Ratuloly (23) mengatakan distribusi bantuan terasa lebih cepat menuju Kecamatan Ile Boleng.

"Biasanya kita harus putar pakai kapal sampai ke pelabuhan lain. Sekitar 1 jam perjalanan kalau pakai mobil. Tapi sekarang cukup 15 menit saja kita bisa sampai ke Ile Buleng," katanya.

Baca juga: Evakuasi korban banjir Flores Timur, warga bangun jembatan darurat

Baca juga: Tumpukan batang pohon memenuhi Kali Mati di Adonara Timur usai banjir

Baca juga: Korban meninggal akibat bencana alam di Adonara capai 50 orang

Baca juga: Mensos tinjau lokasi bencana banjir bandang di Adonara, Flores Timur


 

Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar