Menko Airlangga: Keanekaragaman hayati aset masa kini dan masa depan

id Menko airlangga,Pembangunan berkelanjutan,keanekaragaman hayati,aset masa kini

Menko Airlangga: Keanekaragaman hayati aset masa kini dan masa depan

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto . ANTARA/HO-Kemenko Perekonomian/pri.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komitmen Indonesia untuk menjaga keanekaragaman hayati yang merupakan merupakan aset masa kini dan masa depan melalui pembangunan yang berkelanjutan.

“Indonesia senantiasa berkomitmen melindungi eksistensi keanekaragaman hayati yang ada di Nusantara, tanah Indonesia sebagai aset di masa kini dan masa depan,” kata Menko Airlangga saat memberikan sambutan kunci pada webinar daring Kedutaan Besar Inggris "Dasgupta Review on the Economics of Biodiversity" di Jakarta, Kamis.

Pada webinar yang turut dihadiri oleh Putra Mahkota Kerajaan Inggris Pangeran Charles dan Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins, Menko Airlangga mengatakan Indonesia merupakan bagian dari warga dunia yang harus terlibat aktif dalam menjaga pelestarian lingkungan.

“Transformasi ekonomi harus terus dilakukan tanpa membahayakan bumi, sumber daya alam, dan juga keanekaragaman hayati yang terkandung di dalamnya,” ujar Menko Airlangga.

Baca juga: Kemenperin dorong transformasi pembangunan industri berkelanjutan

Pemerintah Indonesia, lanjut dia, juga berkomitmen untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), Paris Agreement, dan akan melanjutkan Post-2020 Biodiversity Framework.

Sejak ditunjuk menjadi Co-Chairs of the UN High-Level Panel of Eminent Persons on Post-2015 Development Agenda, Indonesia melanjutkan kepemimpinan dan kontribusinya dengan memformulasikan konsep baru untuk pembangunan dunia.

Sedangkan pada tingkat nasional, pemerintah memproduksi peta jalan untuk mengurangi kemiskinan, melindungi keanekaragaman hayati, menghentikan pengaruh dari perubahan iklim, dan melanjutkan aktivitas pembangunan yang berkelanjutan.

“Caranya dengan menyusun Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP). Peran Indonesia sebagai paru-paru dunia juga berkontribusi terhadap usaha untuk Post-2020 Biodiversity Framework, dan juga didorong untuk menggunakan area konservasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang ramah lingkungan, seperti ecotourism dan pengembangan tanaman obat dan bahan-bahan generik lainnya,” jelas Menko Airlangga.

Baca juga: Menko Airlangga: Ketahanan energi dukung pembangunan berkelanjutan

Selain itu pemerintah Indonesia juga menunjukkan komitmennya dengan melakukan reformasi struktural melalui UU Cipta Kerja untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dan isu-isu lingkungan dan kehutanan.

Melalui UU Cipta Kerja, pemerintah berharap akan terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan dengan tetap mempertimbangkan keseimbangan antara lingkungan dan dinamika sosial budaya yang ada.

“UU Cipta Kerja menunjukkan keseriusan dan komitmen pemerintah Indonesia dalam mengutamakan kesejahteraan masyarakat Indonesia dengan tetap memberikan perlindungan terhadap hutan dan lingkungan dalam melakukan pembangunan yang berkelanjutan,” ucap Menko Airlangga.

Baca juga: Menkeu: infrastruktur dukung pembangunan inklusif dan berkelanjutan


Pewarta : Kuntum Khaira Riswan
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar