MPR: Perlu komitmen pemerintah jamin keamanan warga Papua

id MPR RI,Papua,Bamsoet,penembakan KKB

MPR: Perlu komitmen pemerintah jamin keamanan warga Papua

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menilai saat ini diperlukan komitmen pemerintah pusat, pemerintah daerah provinsi Papua, TNI, dan Polri untuk memberikan jaminan keamanan terhadap warga Papua, setelah insiden penembakan terhadap seorang guru di Intan Jaya, Kamis (8/4). ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menilai saat ini diperlukan komitmen pemerintah pusat, pemerintah daerah provinsi Papua, TNI, dan Polri untuk memberikan jaminan keamanan terhadap warga Papua, setelah insiden penembakan terhadap seorang guru di Intan Jaya, Kamis (8/4).

"Saya meminta komitmen pemerintah pusat, pemda provinsi Papua, TNI, dan Polri untuk memberikan jaminan keamanan terhadap warga Papua. Itu agar mereka dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman tanpa adanya ancaman kekerasan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)," kata Bambang Soesatyo atau Bamsoet dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Baca juga: TNI-Polri buru komplotan KKB usai penembakan guru di Puncak Papua

Dia meminta Kapolri, Kapolda dan satuan tugas yang berada di Papua menindaklanjuti peristiwa penembakan tersebut serta menindak tegas pelaku penembakan.

Menurut dia, perlu ditingkatkan patroli untuk memberikan rasa aman bagi warga dan diharapkan tidak terulang kembali peristiwa penembakan terhadap guru.

"Guru seharusnya mendapatkan perlindungan dan tidak boleh menerima kekerasan dari siapapun, terlebih lagi sangat sulit menemukan guru yang mau mengajar di daerah pedalaman," ujarnya.

Politisi Partai Golkar itu meminta Kapolri dan Panglima TNI untuk meningkatkan koordinasi dengan Kapolda dan aparat yang bertugas di lapangan untuk lebih meningkatkan kesiapan dan kewaspadaan dalam menghadapi aksi teror dari KKB.

Dia juga berharap agar pemerintah bersama aparat keamanan dapat memprioritaskan dan fokus menjaga keamanan pada wilayah-wilayah rawan konflik.

"Pemerintah pusat, TNI, dan Polri untuk melakukan pengejaran dan pembersihan KKB yang masih melakukan tindakan kriminal, serta mempersempit ruang gerak KKB juga memutus rantai distribusi dan konsumsi serta sekaligus mengungkap keberadaan KKB agar dapat dilakukan tindakan tegas yang terukur," katanya.

Baca juga: Bupati Puncak sesalkan KKB bakar SMP dan SMA di Julugoma, Beoga

Bamsoet juga meminta pemerintah, apabila diperlukan, melakukan dialog dengan pendekatan yang persuasif bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat di Papua.

Langkah itu menurut dia diharapkan dapat tercipta rekonsiliasi dan perundingan damai yang dapat menghentikan aksi KKB, karena keberadaan KKB sudah menjadi pengganggu dan mengancam keamanan hidup masyarakat Papua.

Sebelumnya, terjadi penembakan terhadap warga sipil yang berprofesi sebagai guru bernama Oktovianus Rayo (42), yang tinggal di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Kamis (8/4) pagi.

Guru tersebut tewas setelah ditembak sebanyak dua kali oleh KKB yang masuk ke dalam kios rumahnya.

Pasukan gabungan TNI-Polri terus bergerak memburu Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Nau Waker alias Tidak Jadi, yang telah menembak seorang guru dan membakar sejumlah sekolah di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua.

Selain itu KKB pimpinan Nau Waker juga melakukan tindakan kriminal, membakar SD, SMP, SMA di wilayah Kampung Julukoma, Distrik Boega, Kabupaten Puncak, Papua, pada Kamis (8/4) sore.

Baca juga: TNI-Polri pastikan keamanan masyarakat usai penyerangan KKB

Baca juga: KKB Sabinus Waker tembak seorang guru hingga tewas di Intan Jaya


 


Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar