BMKG: Terbentuknya dua siklon secara bersamaan sangat memungkinkan

id Bmkg, siklon tropis, bibit siklon 91s

BMKG: Terbentuknya dua siklon secara bersamaan sangat memungkinkan

Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Fachri Radjab dalam konferensi pers yang dipantau di Jakarta, Jumat (9/4/2021). (ANTARA/Devi Nindy)

Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan terbentuknya dua siklon secara bersamaan, pada saat ini Siklon Odette dan Siklon Seroja di Samudra Hindia, merupakan hal lazim dan sangat memungkinkan.

"Terjadinya siklon tropis secara bersamaan saat ini yakni Siklon Tropis Odette dan Seroja merupakan kondisi yang memang lazim, dan dapat mungkin terjadi di daerah pertumbuhan siklon," ujar Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Fachri Radjab di Jakarta, Jumat.

Sementara, Fachri menjelaskan ciri khas siklon tropis yang berkembang di Samudra Hindia sebelah Selatan Indonesia atau Samudra Hindia bagian Tenggara, frekuensi terbanyak terjadinya di awal musim dan akhir musim.

Baca juga: Siklon Tropis Odette bertumbuh, waspada gelombang tinggi

"Awal musim sekitar bulan November, dan akhir musim yaitu sekarang ini, bulan April," ujar dia.

Sehingga, terjadinya dua siklon di bulan April ini memang secara teori sangat memungkinkan.

Selain itu, pihaknya tengah memantau perkembangan bibit siklon 91s di perairan Samudra Hindia.

"Selain Siklon Tropis Seroja dan Odette, kami terus mengamati ada satu bibit baru 91s di sebelah barat atau selatan Pulau Sumatera," ujar dia melanjutkan.

Fachri mengatakan meski posisinya berada di selatan Pulau Sumatera dan Jawa, kecenderungan pertumbuhan bibit siklon tersebut rendah.

Hal itu dikarenakan posisinya cukup jauh sekitar 700 kilometer sebelah selatan Jawa, dan kecenderungan untuk tumbuh siklonnya rendah, tidak setinggi Siklon Odette dan Seroja, sejauh pengamatan dari BMKG.

Baca juga: Waspada dampak Siklon Tropis Seroja di Jateng, Jatim, Bali dan NTB
Baca juga: BMKG imbau masyarakat waspadai potensi cuaca buruk di Jateng selatan

 

Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar