PDIB ingatkan tempat vaksinasi COVID-19 mudah dijangkau lansia

id Vaksinasi COVID-19,vaksinasi lansia,Perkumpulan Dokter Indonesia Bersatu,vaksin covid,vaksin corona,vaksin covid-19,vaksinasi

PDIB ingatkan tempat vaksinasi COVID-19 mudah dijangkau lansia

Seorang lansia disuntik vaksin COVID-19 di Kota Batam Kepulauan Riau. (ANTARA/ Naim)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Perkumpulan Dokter Indonesia Bersatu (PDIB) James Allan Rarung mengingatkan tempat penyuntikan vaksin COVID-19 harus mudah dijangkau oleh para warga lanjut usia (lansia).

"Karena dengan mudahnya para lansia mencapai tempat vaksinasi ini, akan semakin membuat mereka antusias untuk datang menerima vaksinasi. Hal utama di sini adalah jarak tempat pelaksanaan vaksinasi dari tempat tinggal dan tidak bertumpuknya antrean bagi para lansia saat di lokasi vaksinasi perlu diperhatikan dengan seksama," kata James dihubungi di Jakarta, Jumat.

James berharap aksi nyata pemerintah untuk memprioritaskan para lansia untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19, direspons dengan baik oleh para lansia dengan secara aktif ikut mendaftarkan dan datang untuk mendapatkan suntikan vaksin itu.

Baca juga: Kemkes optimalkan vaksinasi lansia di fasyankes menjelang Lebaran

Baca juga: Suplai vaksin ditingkatkan genjot vaksinasi lansia di tujuan mudik


"Karena peran aktif ini merupakan salah satu bentuk suksesnya program ini," ujarnya.

Pemerintah memprioritaskan vaksinasi COVID-19 pada warga lansia menjelang Lebaran 2021.

"Kami mempersiapkan khusus untuk Lebaran, karena Lebaran itu adalah saat dimana semua orang ingin bertemu orang tua, padahal itu yang sangat berbahaya dan bisa membuat fatal pada orang tua mereka," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat kerja bersama DPR di Jakarta, Kamis (8/4).

Baca juga: Pemerintah telah vaksinasi COVID-19 untuk 9.784.278 orang

Menkes mengatakan bahwa tingkat fatalitas COVID-19, yakni persentase jumlah orang yang meninggal dunia dari total orang yang dikonfirmasi terinfeksi virus corona di Indonesia sebesar 2,8 persen. Namun tingkat fatalitas penyakit itu pada orang berusia lanjut cenderung lebih tinggi.

"Khusus untuk lansia empat kali lipat lebih rentan wafatnya dibandingkan dengan non-lansia. Dari 1,5 juta orang yang terkena, hanya 10 persen yang lansia. Tapi dari 41.000 yang wafat, 50 persennya lansia," kata Budi.

Baca juga: Menkeu: Kecepatan vaksinasi pengaruhi pemulihan antarnegara

Baca juga: Sri Mulyani: RI masuk 10 besar negara lakukan vaksinasi terbanyak

Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar