Sempat dinyatakan meninggal, tiga korban di NTT ternyata masih hidup

id Bnpb, korban meninggal, bencana ntt

Sempat dinyatakan meninggal, tiga korban di NTT ternyata masih hidup

Konferensi pers virtual Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni monardo yang dipantau di Jakarta, Jumat (9/4/2021). (ANTARA/Devi Nindy)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyebut iga korban yang sempat dinyatakan meninggal dunia akibat bencana di Kabupaten Rote Ndao dan Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ternyata ditemukan dalam keadaan hidup.

Sebelumnya, korban meninggal di Kabupaten Rote Ndao dilaporkan dua orang, dan satu orang di Kabupaten Ngada.

"Terakhir laporan dari bupati yang meninggal nihil termasuk juga Ngada yang dilaporkan satu orang meninggal. Yang dilaporkan tersebut masih hidup, jadi yang meninggal tidak ada," ujar Donny dalam konferensi pers virtual yang dipantau di Jakarta, Jumat.

Meski ada pengurangan korban meninggal, ada juga penambahan korban meninggal di beberapa wilayah seperti di Kabupaten Lembata, Kabupaten Alor, dan Kabupaten Kupang.

Doni merinci di Kabupaten Lembata, hari ini ditemukan tiga orang jenazah, sehingga menjadi 46 orang, dan yang masih hilang 22 orang.

Di Kabupaten Alor semula 27 orang terdata meninggal dunia, pada Kamis (8/4) ditemukan satu orang hari ini sehingga menjadi 28 terkonfirmasi meninggal, dan yang hilang 13 orang.

"Kemudian Kabupaten Kupang ditemukan satu orang jenazah wanita hari ini, sehingga menjadi empat orang meninggal dunia," ujar Doni.

Selain itu, jumlah korban meninggal dunia masih tetap sama. Di Kabupaten Flores Timur, meninggal dunia 71 orang, dan yang masih hilang lima orang.

Kemudian Kabupaten Malaka tetap enam orang meninggal dunia, Kota Kupang enam orang meninggal dunia, di Kabupaten Sikka korban jiwa satu orang, dan Kabupaten Ende satu orang.

"Adapun Sabu Raijua yang semula dua orang meninggal tetapi ada tambahan lima orang hilang," kata dia.

Sehingga, total korban tidak ada penambahan yakni 165 orang meninggal dunia, dan 45 orang dinyatakan hilang.

Doni mengatakan unit anjing pelacak terdiri dari Search and Rescue (SAR) dog dan K9 gabungan dari BNPB dan Polri telah berada di lapangan selama dua hari terakhir.

Jajaran TNI dan Polri bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), terutama dengan relawan dari berbagai organisasi telah melakukan berbagai upaya membantu warga masyarakat, termasuk evakuasi terhadap korban yang meninggal.
 

Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar