Menparekraf sebut pentingnya industri kuliner dorong ekonomi Indonesia

id menparekraf,kuliner,foodizz,aa

Menparekraf sebut pentingnya industri kuliner dorong ekonomi Indonesia

Dokumentasi - Menparekraf Sandiaga Uno. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/pd/aa.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan bahwa industri kuliner penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Industri kuliner Indonesia merupakan industri yang potensial dan terus mengalami pertumbuhan. Industri ini mendorong ekonomi nasional dan mampu membuka lapangan kerja yang besar," kata Menparekraf Sandiaga dalam video sambutannya di acara virtual Sekolah Bisnis Kuliner by Foodizz, Sabtu.

Lebih lanjut, Menparekraf menambahkan, untuk mendorong industri kuliner agar bisa lebih bersaing lagi bahkan secara internasional, diperlukan adanya pengetahuan akan bisnis dan kuliner itu sendiri.

"Di era normal yang baru ini, pengetahuan bisnis harus dimiliki (pelaku industri kuliner) untuk berkompetisi dan berkolaborasi... Ke depannya, platform edu-tech diharapkan juga bisa menjadi startup global yang menginspirasi pengusaha kuliner. Semoga sukses mencetak pelaku bisnis kuliner yang bisa bersaing bahkan di pasar internasional," pungkas Menteri Sandiaga.

Di sisi lain, CEO Foodizz Rex Marindo mengatakan bahwa tantangan yang kerap dihadapi pelaku bisnis kuliner adalah kurangnya edukasi akan bisnis itu sendiri.

"Selama perjalanan saya dengan teman-teman Foodizz, kami melihat ada jarak atau gap yang cukup jauh sehingga menyebabkan terjadinya kegagalan bisnis kuliner karena kurangnya ilmu pengetahuan yang komprehensif dan menyeluruh," kata Rex dalam talkshow virtual.

"Beberapa di antaranya yaitu mulai dari kegiatan operasional, marketing, finansialnya, supply chain management, product development, hingga investasi untuk nantinya bisnis kulinernya bisa scale up," ujarnya menambahkan.

Dengan adanya kegiatan pengetahuan bisnis seperti Sekolah Bisnis Kuliner Foodizz, diharapkan para peserta dapat memperoleh akses di ekosistem bisnis kuliner seperti ilmu bisnis secara teori, koneksi partnership, investor, vendor, teknologi dan perizinan pemerintah yang tentunya dengan pendampingan dari para advisor yang telah ahli di bidangnya.

Baca juga: Kemenparekraf jadikan sejumlah desa wisata contoh penerapan GeNose C19

Baca juga: Menparekraf tinjau layanan GeNose C19 di Bandara Ngurah Rai

Baca juga: Menparekraf apresiasi rebranding hotel yang promosikan kearifan lokal

Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar