Korban meninggal akibat bencana NTT 179 orang dan 45 dalam pencarian

id bnpb, wagub ntt, Josef Nae Soi, korban bencana siklon tropis seroja,ntt

Korban meninggal akibat bencana NTT 179 orang dan 45 dalam pencarian

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef Nae Soi dalam konferensi pers yang dipantau dari Jakarta, Senin (12/4/2021). (Antara/Devi Nindy)

Jakarta (ANTARA) -

Korban meninggal dunia akibat bencana Siklon Tropis Seroja di Nusa Tenggara Timur pada Senin diperbarui dari 177 orang menjadi 179 orang, dan 45 orang masih dalam pencarian.

"Korban bencana hingga hari ini yang meninggal adalah 179 orang dan hilang 45," ujar Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef Nae Soi dalam konferensi pers yang dipantau dari Jakarta, Senin.

Terdapat penambahan masing-masing satu orang yang dinyatakan meninggal dunia dari Kabupaten Malaka dan Kabupaten Rote Ndao, menurut data pemerintah provinsi setempat.

Baca juga: 475 rumah warga akan direlokasi

Sementara 45 orang yang masih hilang, Josef mengatakan pemerintah daerah setempat mengupayakan pencarian dengan anjing pelacak, Search and Recue Dog, serta Unit K9 untuk menemukan jejaknya.

Menurut data yang dipaparkan, data korban jiwa di Kota Kupang terdapat enam orang meninggal, di Kabupaten Flores Timur yakni 72 orang meninggal, dan dua orang hilang.

Kemudian di Kabupaten Malaka terdapat delapan orang meninggal. Sementara, Kabupaten Lembata 47 orang meninggal dan 22 orang hilang.

Kabupaten Ende dan Rote Ndao masing-masing ditemukan satu orang meninggal. Selain itu, Kabupaten Sabu Raijua: terdapat tiga orang meninggal, dan lima orang hilang.

Kabupaten Alor terdapat 28 orang meninggal, dan 13 hilang. Kabupaten Kupang terdapat 12 orang meninggal, dan tiga orang hilang. Terakhir Kabupaten Sikka terdapat satu orang meninggal.

Baca juga: Kapal Karpowership bantu pasok listrik di NTT
Baca juga: 46 fasilitas kesehatan di Sabu Raijua rusak akibat Siklon Seroja
Baca juga: Satgas diberi waktu 3 hari mendata korban bencana alam NTT


Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar