Biden beri salam Ramadhan, desak penghentian kebencian terhadap Muslim

id Presiden AS,AMERIKA SERIKAT,JOE BIDEN,PRESIDEN JOE BIDEN,RAMADHAN,UCAPAN RAMADHAN,SELAMAT RAMADHAN,MUSLIM,MUSLIM AMERIKA SERIKAT

Biden beri salam Ramadhan, desak penghentian kebencian terhadap Muslim

Hyder Ali, presiden Muslim Association of Puget Sound, beribadah di rumah dengan anak lelakinya Zayaan, 18 tahun, anak perempuannya Jannah, 13 tahun, dan istrinya Yasmin (ka) setelah menyaksikan siaran langsung layanan umat pada hari pertama bulan suci Ramadhan saat penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di Redmond, Washington, Amerika Serikat, Jumat (24/4/2020). ANTARA FOTO/REUTERS//Lindsey Wasson/hp/cfo sholat.

Jakarta (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Joe Biden mendesak penghentian tindakan yang didasari motif kebencian, yang masih kerap dialami oleh para umat Muslim di AS dan berjanji akan terus bekerja untuk melindungi hak semua orang, saat menyampaikan ucapan salam Ramadhan.

“Saya dan Jill [Biden] menyampaikan salam hangat dan mengucapkan semoga Ramadhan yang diberkahi kepada komunitas Muslim di Amerika Serikat dan seluruh dunia,” demikian Presiden Biden dalam keterangan tertulis Kedutaan Besar AS di Jakarta, yang diterima pada Selasa.

Dia mengatakan bahwa pada bulan Ramadhan, di mana para umat Muslim menunaikan ibadah puasa, mereka yang memulai berpuasa di AS diingatkan akan sulitnya tahun ini. Si tengah masa pandemi, banyak yang tak dapat berkumpul untuk merayakan dan beribadah dengan orang-orang tersayang.

“Meski begitu, komunitas Muslim kita memulai bulan di mana diturunkannya wahyu ini dengan harapan baru. Ada banyak orang yang akan berfokus pada meningkatkan keimanan kepada Tuhan, menegaskan kembali komitmen mereka untuk melayani orang lain sebagai bagian dari iman, dan mengungkapkan rasa syukur atas berkat yang mereka nikmati, termasuk kesehatan, kesejahteraan, dan kehidupan,” papar Biden.

Dia pun menegaskan bahwa para umat Muslim di AS terus memperkaya negara adidaya itu sejak didirikan, dan kini, umat Muslim memimpin dalam upaya melawan COVID-19 dengan memainkan peran sebagai pelopor dalam pengembangan vaksin serta melayani sebagai tenaga kesehatan di garis terdepan.

Belum lagi mereka yang menggerakkan negara dengan menjadi wirausaha dan menciptakan lapangan pekerjaan, mengajar di sekolah-sekolah, melayani sebagai pegawai negeri yang berdedikasi, dan memainkan peran utama dalam perjuangan berkelanjutan untuk kesetaraan ras dan keadilan sosial.

“Namun demikian, Muslim Amerika masih menjadi target perundungan, kefanatikan, dan kejahatan bermotif kebencian. Prasangka dan serangan ini salah. Tidak bisa diterima dan harus dihentikan. Tidak ada satu pun orang di Amerika yang hidup terus dalam ketakutan untuk menjalankan keyakinannya,” ujarnya.

Dia pun menegaskan bahwa pemerintahannya akan terus bekerja untuk melindungi hak dan keselamatan semua orang, salah satunya melalui pengakhiran larangan perjalanan bagi Muslim yang “memalukan” pada hari pertamanya menjabat sebagai Presiden.

Tak hanya merujuk pada warga Muslim Amerika, Biden juga berjanji untuk membela hak-hak manusia di manapun, “termasuk Uyghur di China, Rohingya di Burma (Myanmar) dan komunitas Muslim di seluruh dunia”.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa aktivitas Ramadhan di Gedung Putih akan dilakukan secara virtual, namun pihaknya akan menggelar perayaan Idul Fitri di Gedung Putih secara langsung.

Baca juga: Remaja Muslim AS rindukan kegiatan komunitas selama Ramadhan
Baca juga: Kebijakan Biden diharapkan lebih konstruktif terhadap Muslim dan Islam
Baca juga: Biden disebut telah buktikan janji kampanye terhadap Muslim


Pewarta : Aria Cindyara
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar