Kemarin, tidak mudik bentuk empati sampai vaksinasi COVID-19

id vaksin covid-19,bulan ramadhan,larangan mudik,kartu prakerja

Kemarin, tidak mudik bentuk empati sampai vaksinasi COVID-19

Kondisi Terminal Induk Rajabasa Bandarlampung di awal bulan puasa, Selasa (13/4/2021). ANTARA/Dian Hadiyatna/am.

Jakarta (ANTARA) - Terdapat beberapa berita humaniora yang banyak disimak oleh pembaca pada Rabu (13/4) kemarin, seperti Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir yang mengimbau masyarakat tidak mudik sebagai bentuk empati kepada tenaga kesehatan.

Selain itu, topik vaksinasi COVID-19 juga menarik perhatian pembaca seperti BPOM yang optimistis vaksin Merah Putih buatan Indonesia bisa diproduksi massal pada akhir 2021 dan tentang vaksinasi COVID-19 yang tetap dilakukan siang hari selama Ramadhan.

Terdapat pula penjelasan soal hoaks terkait gelombang terbaru Kartu Prakerja.

Berikut beberapa berita humaniora kemarin yang masih menarik disimak hari ini:

Muhammadiyah: Tidak mudik jadi bentuk empati kepada tenaga medis

Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengimbau agar masyarakat tidak melalukan mudik pada Ramadhan kali ini sebagai bentuk empati serta tanggung jawab moral terhadap tenaga kesehatan yang masih berjuang mengatasi pandemi.

BPOM optimistis akhir 2021 vaksin Merah Putih masuk produksi massal

Kepala BPOM Penny Lukito menyampaikan rasa optimistisnya bahwa vaksin Merah Putih yang dibuat oleh Indonesia dapat masuk dalam tahap produksi massal pada akhir 2021.

Jubir: Vaksinasi COVID-19 tetap dilakukan siang selama Ramadhan

Jubir Vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan program vaksinasi COVID-19 tetap akan dilakukan pada siang hari selama bulan Ramadhan, dengan alternatif malam hanya akan dilakukan pada kondisi tertentu.

Tautan pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 17 resmi? Cek faktanya!

Beredar informasi di media sosial terkait pendaftaran gelombang ke-17 dari Kartu Prakerja. Namun, informasi tersebut ternyata hoaks karena pemerintah belum menentukan waktu pendaftaran gelombang terbaru program tersebut.

 

Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar