Gempa 5,1M selatan Jawa dari aktivitas subduksi, nihil potensi tsunami

id bmkg, gempa selatan jawa,potensi tsunami

Gempa 5,1M selatan Jawa dari aktivitas subduksi, nihil potensi tsunami

Seismograf gempa bumi. ANTARA/Shutterstock/pri

Jakarta (ANTARA) - Gempabumi tektonik bermagnitudo 5,1 di selatan Pulau Jawa diakibatkan aktivitas subduksi, menurut informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Rabu siang.

Gempa tersebut terjadi pukul 13.28.40 WIB, dengan episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,4 LS dan 105,92 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 83 km arah Barat Daya Kota Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 21 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault )," ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno di Jakarta, Rabu.

Hasil analisis BMKG dalam informasi pendahuluan menunjukkan gempabumi tersebut memiliki magnitudo M=5,1 kemudian diperbarui menjadi magnitudo M=4,9.

Guncangan gempabumi tesebut dirasakan di daerah Kalapanunggal, Cisaat Kab. Sukabumi III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), Jakarta, Bayah, Pelabuhan Ratu, Palangpang Ciemas, Sagaranten, Curug Kembar II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Baca juga: BMKG: Struktur bangunan buruk penyebab rumah rusak saat gempa Malang

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tersebut tidak berpotensi tsunami, kata Bambang.

Sementara pemantauan pada pukul 13.45 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Kemudian agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum embali ke dalam rumah.

Baca juga: Gempa tektonik magnitudo 5,2 guncang tenggara Bitung-Sulut
Baca juga: BMKG beri pembekalan untuk babinsa terkait kebencanaan

Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar