Pakar: Awal Ramadhan Kalsel masih diwarnai peningkatan kasus COVID-19

id Tim pakar ulm,Universitas Lambung Mangkurat, Ramadhan

Pakar: Awal Ramadhan Kalsel masih diwarnai peningkatan kasus COVID-19

Satuan Lalu Lintas Polres Banjarbaru terus mengedukasi pengguna jalan mematuhi protokol kesehatan. (ANTARA/Firman)

Banjarmasin (ANTARA) - Anggota Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk Percepatan Penanganan COVID-19 Muhammad Ahsar Karim mengatakan awal puasa Ramadhan 1442 H di Kalimantan Selatan masih diwarnai ancaman peningkatan kasus COVID-19.

"Puasa kali ini masuk periode penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat skala Mikro (PPKM Mikro) tahap V, selama 6-19 April 2021, dimana kasus COVID-19 masih cenderung meningkat," terang Ahsar di Banjarmasin, Rabu.

Dosen Program Studi Matematika FMIPA ULM itu mengatakan data harian kasus COVID-19 Kalsel menunjukkan rata-rata sisa kasus yang aktif dari tahap ke tahap dalam periode PPKM tahap I hingga PPKM Mikro tahap IV masih terus meningkat.

Baca juga: Satu nakes di Banjarmasin gugur karena COVID-19

Untuk itulah, jika tingkat kepatuhan terhadap penerapan protokol kesehatan tidak lebih baik dari sebelumnya maka diperkirakan penularan COVID-19 di Kalsel masih akan tinggi.

Ahsar melihat ada kecenderungan peningkatan aktivitas masyarakat selama Ramadhan seperti berbelanja ke pasar atau kebutuhan saat berbuka puasa termasuk ibadah Shalat Tarawih berjamaah di masjid atau mushalla.

Disarankannya, aktivitas di luar rumah tersebut dapat dikurangi mengingat saat ini masih masa pandemi COVID-19 dimana kerumunan sebaiknya dihindari dalam kegiatan apapun.

Baca juga: Ketaatan prokes turun, picu ledakan COVID-19 di Kalsel

"Pemerintah sudah mengambil kebijakan melarang mudik dan mengimbau masyarakat untuk ibadah di rumah saja. Begitu juga pemda di Kalsel, meniadakan Pasar Wadai Ramadhan agar orang tak berkerumun. Mohon agar ini semua dipatuhi demi mencegah penyebaran COVID-19 selama bulan puasa," paparnya.

Kalsel merupakan  salah satu di antara 20 provinsi yang menerapkan PPKM Mikro tahap V. Perpanjangan PPKM Mikro ke tahap V di Kalsel tidak terlepas dari peningkatan kasus COVID-19 di wilayah ini berdasarkan pembaruan data harian.

Sejak penerapan PPKM di Kalsel dimulai pada 11 Januari 2021 hingga berakhirnya PPKM Skala Mikro tahap IV, 5 April 2021, penambahan kasus positif masih terus mengalami peningkatan.

Baca juga: Dinkes: Banjarmasin terapkan jeda 28 hari penyuntikan vaksin kedua

Berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kalsel, di awal periode PPKM tahap I, yakni 11 Januari 2021, jumlah akumulasi kasus positif sebanyak 16.193 orang dan di akhir periode PPKM Mikro tahap IV, yakni 5 April 2021 menjadi 29.024 orang.

Nilai rata-rata penambahan harian kasus positif selama periode pelaksanaan PPKM tahap I (11-24 Januari 2021) sebanyak 88 orang, PPKM tahap II (25 Januari-8 Februari 2021) sebanyak 106 orang, PPKM Mikro tahap I (9-22 Februari 2021) sebesar 140 orang, PPKM Mikro tahap II (23 Februari-8 Maret 2021) sebanyak 173 orang, PPKM Mikro tahap III (9-22 Mar 2021) sebesar 180 orang, dan selama periode PPKM Mikro tahap IV (23 Maret-5 April 2021) menjadi 229 orang.

Baca juga: Kalsel petakan zonasi kasus COVID-19 sikapi PPKM mikro

Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata penambahan harian kasus positif COVID-19 di Kalsel di setiap periode tahap pemberlakuan PPKM hingga PPKM Mikro tahap IV masih terus mengalami peningkatan.

Sementara itu, jumlah akumulasi kasus sembuh di awal periode PPKM tahap I terkonfirmasi sebanyak 14.437 orang dan di akhir periode PPKM Mikro tahap IV sebanyak 25.118 orang.

Adapun akumulasi kasus meninggal di awal periode PPKM tahap I terkonfirmasi sebanyak 600 orang dan di akhir periode PPKM Mikro tahap IV sebanyak 851 orang.

Baca juga: Banjarmasin gencarkan rapid antigen di tempat umum

 

Pewarta : Firman
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar