Fauci yakin vaksin Johnson & Johnson akan "kembali ke jalurnya segera"

id Anthony Fauci,vaksin Johnson & Johnson,pembekuan darah

Fauci yakin vaksin Johnson & Johnson akan "kembali ke jalurnya segera"

dr. Anthony Fauci, direktur National Institute of Allergy and Infectius Diseases, bersiap untuk menerima dosis pertama vaksin baru Moderna COVID-190 di National Institute of Health, di Bethesda, Amerika Serikat, Selasa (22/12/2020). ANTARA FOTO/Patrick Semansky/Pool via REUTERS/hp/cfo/am.

Chicago (ANTARA) - Dokter penyakit menular kenamaan Amerika Serikat, Anthony Fauci, berharap regulator AS akan segera membuat keputusan untuk mencabut penundaan vaksin Johnson & Johnson dan vaksin itu "kembali ke jalurnya", katanya saat wawancara dengan Reuters, Kamis (15/4).

Pernyataan itu muncul sehari setelah panel penasihat Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) menunda pemungutan suara mengenai nasib vaksin J&J setidaknya selama sepekan, sampai pihaknya mendapat lebih banyak data terkait risiko vaksin.

AS sebelumnya pekan ini memutuskan untuk menghentikan pemberian vaksin COVID-19 J&J guna menyelidiki enam kasus pembekuan darah otak yang langka, yang terkait dengan kadar trombosit yang rendah di dalam darah.

Fauci mengatakan jeda tersebut menjadi "indikasi bahwa CDC dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) sangat serius memperhatikan keamanan. Saya berharap mereka membuat kesimpulan tentang hal ini segera, dan (vaksin itu) kembali ke jalurnya," kata Fauci.

"Dan saya yakin mereka akan melakukannya."

Sumber: Reuters

Baca juga: AS: Vaksin COVID AstraZenecabagus jika masalah keamanannya teratasi
Baca juga: Fauci: AS mungkin tidak butuhkan vaksin COVID AstraZeneca
Baca juga: Fauci: Orang Amerika masih butuh masker untuk lawan COVID pada 2022

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar