Satgas: Keluar dari zona merah Mataram masih terapkan PPKM mikro

id satgas,covid,mataram

Satgas: Keluar dari zona merah Mataram masih terapkan PPKM mikro

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Kota Mataram I Nyoman Swandiasa. (Foto: ANTARA/Nirkomala)

Mataram (ANTARA) - Satuan Tugas COVID-19 Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengatakan sampai saat ini Kota Mataram masih menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro secara masif di 50 kelurahan, kendati sudah dinyatakan keluar dari zona merah COVID-19.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Kota Mataram I Nyoman Swandiasa di Mataram, Jumat mengatakan, penerapan PPKM skala mikro tetap dilaksanakan sebagai upaya pencegahan COVID-19 mulai dari kelompok masyarakat terkecil.

"Jadi meskipun Mataram sudah dinyatakan resmi keluar dari zona merah (risiko tinggi) penyebaran COVID-19, dan sekarang berada di zona oranye (risiko sedang), namun PPKM skala mikro tetap kita laksanakan," katanya.

Apalagi, katanya, sejauh ini belum ada kebijakan untuk penghentian pelaksanaan PPKM skala mikro yang berdasarkan kebijakan pemerintah provinsi PPKM skala mikro tahap dua dilaksanakan mulai 4-18 April 2021.

"Bahkan, kalau PPKM mikro diperpanjang lagi setelah tanggal 18 April, kita tetap akan melaksanakan kebijakan tersebut," katanya.

Baca juga: Satgas: penerapan PPKM mikro di Mataram diperpanjang

Baca juga: Baru pulang, tiga pekerja migran diisolasi di Wisma Nusantara Mataram


Beberapa kegiatan yang dilaksanakan selama penerapan PPKM skala mikro di Kota Mataram, antara lain kegiatan sosialisasi dan edukasi disiplin protokol COVID-19 melalui gerakan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan).

"Selain itu, pemerintah kota telah melaksanakan vaksinasi COVID-19 secara massal, aktif partoli penegakan prokes COVID-19 di tempat umum dan fasilitas publik lainnya serta aktif menggencarkan 3T (tracing, testing, treatment)," katanya.

Lebih jauh Swandiasa menambahkan, Kota Mataram berhasil keluar dari zona merah COVID-19, karena Mataram dinilai mampu melakukan pengendalian penyebaran penularan COVID-19 melalui pelaksanaan 3T.

Berdasarkan data Satgas COVID-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, per tanggal 14 April 2021, tercatat kasus positif COVID-19 di Kota Mataram sebanyak 298 orang, 2.718 sembuh, 151 meninggal dunia, 73 suspek dan 485 kontak erat.

"Harapannya melalui PPKM skala mikro yang dilaksanakan saat ini dapat terus menekan angka positif COVID-19, dan meningkatkan jumlah pasien sembuh," katanya.

Baca juga: Tanpa izin Gugus Tugas, sekolah tatap muka di Mataram tak dibuka

Baca juga: Dinkes Mataram hentikan vaksinasi COVID-19 untuk pelayan publik

Pewarta : Nirkomala
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar