Stafsus Presiden harap penyandang disabilitas dapat vaksin COVID-19

id Angkie Yudistia,Vaksin COVID-19,Penyandang disabilitas

Stafsus Presiden harap penyandang disabilitas dapat vaksin COVID-19

Staf Khusus Presiden Bidang Sosial Angkie Yudistia di Jakarta, Jumat malam (16/4). ANTARA/Indra Arief Pribadi.

Jakarta (ANTARA) - Staf Khusus Presiden Bidang Sosial Angkie Yudistia mengharapkan seluruh penyandang disabilitas di Indonesia bisa diberikan vaksin COVID-19.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), kata Angkie di Jakarta, Jumat malam, jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 38 juta jiwa.

“Itu semua sebenarnya, kita sih berharap semua itu bisa tercapai ya untuk mencapai imunitas,” ujarnya.

Dari total penyandang disabilitas sebanyak 38 juta jiwa itu, ujar Angkie, kelompok disabilitas yang berada pada usia produktif mencapai 30 juta jiwa.

Baca juga: 100 warga disabilitas di Tulungagung ikuti vaksinasi COVID-19
Baca juga: Mensos usulkan ODGJ mendapat vaksinasi COVID-19

Dia berharap pemerintah daerah (pemda) memperhatikan para penyandang disabilitas untuk diberikan vaksin COVID-19. Pemda diharapkan mengerahkan upaya hingga titik maksimal untuk melayani vaksinasi COVID-19 terhadap penyandang disabilitas.

"Kita berharap sih semaksimal, semampunya masing-masing Pemda untuk bisa handle vaksinasi COVID-19 terhadap teman-teman disabilitas," ujarnya.

Hal itu karena para penyandang disabilitas merupakan kelompok yang rentan menjadi fatal jika terpapar COVID-19.

“Jadi jangan sampai terpapar COVID-19. Jadi butuh perhatian sangat ekstra,” ujarnya.

Angkie mencatat dari data vaksinasi COVID-19 pada bulan lalu atau Maret 2021 sudah terdapat 2 ribu penyandang disabilitas yang diberi vaksin COVID-19 di Sentra Vaksinasi COVID-19.

“Itu kita sebagai pilot project di Jakarta, kita harap di daerah-daerah itu sudah mulai. Tadi kita berkoordinasi dengan Pak Menteri. Pak Menteri mengatakan bahwa memang ini kelompok rentan ini ada di tahap ketiga. Tapi kita harap, dengan selesainya lansia (kelompok lanjut usai), kita bisa ke vaksinasi COVID-19 kelompok rentan. Jadi kita membutuhkan kolaborasi bersama,” jelasnya.

Baca juga: Kemensos: Urusan vaksin penyandang disabilitas perlu diperhatikan
Baca juga: Kerentanan ganda anak penyandang disabilitas selama pandemi COVID-19


Pewarta : Indra Arief Pribadi
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar