BMKG harap warga mewaspadai cuaca ekstrem akibat badai Surigae

id BMKG,surigae

BMKG harap warga mewaspadai cuaca ekstrem akibat badai Surigae

Ilustrasi citra satelit badai Surigae. ANTARA/HO-BMKG.

Manado (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengharapkan warga Sulawesi Utara mewaspadai cuaca ekstrem yang diakibatkan badai tropis kuat 'Surigae' yang berpeluang meningkat menjadi topan.

"Badai tropis kuat Surigae masih berlangsung dan posisinya hampir tidak bergerak di Utara Papua, sebelah Timur Filipina," sebut Koordinator Bidang Obeservasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, Ricky Daniel Aror, di Manado, Jumat malam.

Kecepatan angin rata-rata di wilayah Utara Sulawesi dan sekitarnya, menurut dia bertahan pada kisaran 8 - 20 knot dan secara umum bergerak ke Timur Laut ke pusat sirkulasi badai.

"Awan-awan konvektif yang mengandung hujan masih terbentuk di daerah pertemuan massa udara yaitu di Utara Sulawesi, Maluku Utara dan Utara Papua," katanya.

Baca juga: Badai siklon Surigae berpotensi menjadi super taifun
Baca juga: Siklon Surigae diperkirakan pengaruhi cuaca sebagian wilayah Indonesia


Ricky menambahkan, tinggi gelombang kategori sedang terjadi di Laut Sulawesi bagian Timur, perairan Kepulauan Sitaro, Sangihe dan Talaud, dan Laut Maluku bagian Utara.

"Badai tropis kuat Surigae diperkirakan akan berkembang menjadi topan pada tanggal 17 April 2021. Kecepatan angin di utara Sulawesi dan sekitarnya cenderung meningkat secara bertahap hingga puncaknya pada 18 April 2021," jelasnya.

Selanjutnya, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dan berpotensi hujan lebat akan terjadi  sepekan ke depan dan tinggi gelombang laut mengalami peningkatan hingga puncaknya pada 18 April 2021.

Baca juga: BPBD Papua Barat siagakan 13 kapal antisipasi Siklon Tropis Surigae
Baca juga: BMKG prediksi Siklon Tropis Surigae berkembang jadi topan


Dia berharap masyarakat mewaspadai hujan lebat disertai petir yang bisa terjadi beberapa hari ke depan.

Selain itu juga mewaspadai angin kencang dan gelombang tinggi bahkan dapat mencapai kategori tinggi (4,0 - 6,0 meter) di wilayah Laut Sulawesi bagian Timur, perairan Kepulauan Sitaro, Sangihe dan Talaud, serta Laut Maluku bagian Utara.

Masyarakat juga diharapkan mewaspadai ancaman banjir pesisir yang dapat terjadi pada saat bersamaan dengan fase pasang air laut, yaitu pada pagi hingga siang hari serta menjelang malam hari.

"Kami berharap masyarakat memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," harap Ricky.

Baca juga: Siklon Surigae bergerak menjauhi wilayah Indonesia
Baca juga: BMKG: Potensi hujan lebat terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia

 

Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar