Empat sektor prioritas wajib dikuatkan dorong digitalisasi nasional

id Menkominfo, Johnny G. Plate, Kominfo, Kementerian Komunikasi dan Informatika, akselerasi transformasi digital Indonesia, gerakan nasional literasi dig

Empat sektor prioritas wajib dikuatkan dorong digitalisasi nasional

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dalam peluncuran Gerakan Nasional Literasi Digital. ANTARA/HO/Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengatakan ada empat sektor prioritas yang harus dikuatkan untuk mendorong digitalisasi nasional yang masuk dalam program Akselerasi Transformasi Digital di Indonesia.

“Bapak Presiden Joko Widodo telah memberikan arahan terkait Akselerasi Transformasi Digital Nasional. Melalui arahan ini, diharapkan seluruh komponen bangsa dapat memperkuat kolaborasi untuk terus mendorong digitalisasi nasional terutama di empat sektor prioritas, yaitu; (1) infrastruktur digital; (2) masyarakat digital; (3) ekonomi digital; dan (4) pemerintahan digital,” ujar Menkominfo Johnny G Plate dalam keterangannya, Sabtu.

Seperti diketahui, di tengah masa pandemi COVID-19 cukup banyak kegiatan yang akhirnya dialihkan ke dalam ruang digital agar kegiatan tetap berjalan sesuai protokol kesehatan.

Baca juga: Regulasi dibutuhkan untuk jaga ruang digital

Pandemi COVID-19 menjadi momentum tepat bagi Indonesia melakukan akselerasi transformasi digital menuju Indonesia Maju.

Hadirnya empat sektor prioritas yang disebutkan oleh Johnny menjadi kunci dalam mendorong kapabilitas, produktivitas, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia di era transformasi digital.

“Terkait dengan infrastruktur digital, Kementerian Kominfo bersama dengan ekosistem terkait tengah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi untuk menjangkau daerah-daerah yang belum memiliki akses internet memadai di seluruh penjuru Nusantara,” kata Johnny.

Namun demikian, perlu diingat bahwa pembangunan infrastruktur telekomunikasi wajib dibarengi dengan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan memanfaatkan layanan internet tersebut.

Baca juga: Kominfo soroti lima aspek untuk mendukung 5G

“Tanpa kesiapan SDM, ruang digital justru berpotensi digunakan untuk tujuan penyebaran konten negatif seperti penipuan daring, perjudian, prostitusi online, disinformasi atau hoaks, pencurian data pribadi, perudungan siber (cyberbullying), ujaran kebencian (hate speech), penyebaran paham radikalisme atau terorisme di ruang digital, dan sebagainya,” ujar Johnny.

Untuk meningkatkan kesiapan SDM di era digital, Kemkominfo meluncurkan empat modul literasi digital yaitu (1) Budaya Bermedia Digital; (2) Aman Bermedia Digital; (3) Etis Bermedia Digital; dan (4) Cakap Bermedia Digital yang akan disebarkan kepada 12,4 juta penduduk di Indonesia untuk memperkaya literasi digital.

Empat modul literasi itu disusun berdasarkan empat pilar literasi digital yang utama, yaitu digital culture, digital safety, digital ethics, dan digital skills.

Kemkominfo meghasilkan empat modul literasi digital itu lewat kolaborasi bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi serta Jaringan Penggiat Literasi Digital (Japelidi).

Empat modul literasi itu akan disebar ke 34 provinsi di Indonesia lewat 20.000 kegiatan dalam kurun waktu 8 bulan ke depan yang akan dikerjakan oleh pemerintah- pemerintah daerah, lembaga, hingga organisasi masyarakat.

Baca juga: Menkominfo: Kemajuan teknologi beriringan dengan literasi digital

Baca juga: Indonesia bahas teknologi 5G dengan Uni Eropa


Pewarta : Livia Kristianti
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar