Tiga kilogram ganja dari pengedar narkoba lintas pulau disita polisi

id narkoba jakarta

Tiga kilogram ganja dari pengedar narkoba lintas pulau disita polisi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus (tengah) berikan keterangan dalam ekpos kasus penangkapan pengedar narkotika di Polda Metro Jaya, Senin (19/4/2021). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

Jakarta (ANTARA) - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menyita ganja kering sebanyak tiga kilogram (kg) dari seseorang diduga pengedar narkotika lintas pulau berinisial MR.

"Ini pengungkapan ganja kering seberat tiga kilogram yang dibungkus dengan lakban, tersangka satu orang berinisial MR," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Senin.

Yusri mengungkapkan bahwa tersangka MR ini adalah anggota jaringan pengedar ganja Sumatera Utara-Jakarta.

Penangkapan terhadap MR dilakukan pada 13 April 2021 di daerah Warakas, Jakarta Utara pada sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat itu tim tengah melakukan penyelidikan terhadap target operasi yang dicurigai sebagai anggota jaringan peredaran ganja antarpulau.

Baca juga: Polisi tangkap dua pengedar 189 gram sabu di Tangerang Selatan

Petugas kemudian memergoki tersangka MR sedang membawa sebuah kardus dengan gerak-gerik yang mencurigakan sehingga petugas akhirnya bergerak untuk melakukan penangkapan.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti narkoba jenis ganja yang setelah ditimbang berjumlah 3.000 gram dan MR juga mengaku bahwa dirinya mendapatkan perintah untuk membawa barang haram tersebut untuk diedarkan di Jakarta.

"Hasil pendalaman ada juga inisialnya A, ini sedang kita lakukan pengejaran, karena pengakuannya dia diperintah oleh A ini," ujar Yusri.

Lebih lanjut Yusri mengatakan pihak kepolisian mengembangkan penyelidikan karena diduga akan ada kiriman ganja susulan oleh jaringan tersebut.

"Ini akan kita lakukan pendalaman, karena biasanya ini pengangkutannya cukup besar, untuk ganja ini," pungkasnya.

Baca juga: Polda Metro ciduk pengedar 250 gram sabu-sabu

Akibat perbuatannya, tersangka MR kini harus mendekam dibalik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Tersangka MR juga dijerat dengan Pasal 114 subsider Pasal 112 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 6 tahun, maksimal 20 tahun penjara dan atau hukuman mati.

Pewarta : Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar