Satgas COVID-19: Kasus kesembuhan meningkat

id kasus sembuh COVID-19 ,wiku adisasmito,covid-19,satgas penanganan covid-19

Satgas COVID-19: Kasus kesembuhan meningkat

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito berbicara dalam konferensi pers virtual, Jakarta, Selasa (20/04/2021). (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)

Jakarta (ANTARA) - Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito mengatakan kasus sembuh COVID-19 pekan ini meningkat setelah beberapa pekan sebelumnya mengalami penurunan.

"Pekan ini kesembuhan juga kembali meningkat setelah lima minggu berturut-turut mengalami penurunan," kata Wiku dalam konferensi pers virtual saat menyampaikan perkembangan kasus positif, sembuh dan meninggal COVID-19 mingguan per 18 April 2021 di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Satgas sebut kasus COVID-19 kembali naik karena euforia vaksin

Baca juga: Satgas COVID-19: Kasus positif pekan ini meningkat cukup tajam


Kesembuhan tertinggi didominasi oleh provinsi di Pulau Jawa. Kontribusi tertinggi berasal dari Jawa Tengah yang naik 757 kesembuhan, DKI Jakarta naik 590 kesembuhan, Banten naik 518 kesembuhan, Aceh naik 92 kesembuhan dan Daerah Istimewa Yogjakarta naik 384 kesembuhan.

"Ini artinya, meskipun kasus positif meningkat di beberapa wilayah, namun diimbangi oleh kesembuhan yang juga meningkat," tutur Wiku.

Wiku mengatakan yang harus menjadi perhatian adalah menghindari agar kasus kematian tidak meningkat ke depannya.

Menurut Wiku, seiring dengan dilaksanakannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro melalui posko di tingkat desa atau kelurahan, seharusnya kasus positif dapat lebih cepat diidentifikasi dan lebih cepat untuk ditangani, sehingga pada gejala sedang atau berat, dapat segera tertolong untuk mengurangi risiko kematian.

Edukasi kepada masyarakat juga bisa dilakukan oleh tokoh masyarakat dan tokoh agama yang dikoordinasikan oleh posko tersebut.

"Dimohon kepada seluruh provinsi yang mengalami kenaikan kasus positif dan kematian agar terus memperbaiki penanganan dengan terus mengoptimalkan fungsi posko, sehingga koordinasi dapat berjalan dengan baik, utamanya pada monitoring kepatuhan protokol kesehatan agar penambahan kasus dapat terus kita tekan," ujarnya.

Baca juga: Kasus COVID-19 di Banten naik 6.000 sepekan

Karena pentingnya peran posko, diharapkan pemerintah daerah dapat memastikan terbentuk dan berfungsinya posko tingkat desa atau kelurahan di wilayahnya masing-masing. Masyarakat juga diharapkan dapat turut memantau berjalannya posko di wilayah tinggal masing-masing.

"Apabila di wilayahnya belum terbentuk posko atau posko yang sudah ada belum beroperasi dengan optimal harap melapor kepada kecamatan dan secara berjenjang disampaikan hingga tingkat provinsi," tutur Wiku.

Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar