Satgas COVID-19: Zona merah berkurang di Indonesia

id Penanganan COVID-19,Wiku Adisasmito,COVID-19,zona merah COVID-19

Satgas COVID-19: Zona merah berkurang di Indonesia

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito berbicara dalam konferensi pers virtual, Jakarta, Selasa (20/04/2021). (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)

Jakarta (ANTARA) - Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito mengatakan zona merah COVID-19 di Indonesia berkurang.

"Pada pekan ini terjadi penurunan jumlah kabupaten kota dengan zona merah, yaitu dari 11 kabupaten kota pada pekan lalu menjadi hanya enam kabupaten kota di pekan ini. Ini adalah perkembangan yang cukup baik mengingat di pekan lalu zona merah meningkat jumlahnya," kata Wiku dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Satgas sebut kasus COVID-19 kembali naik karena euforia vaksin

Baca juga: Satgas COVID-19: Kasus positif pekan ini meningkat cukup tajam


Namun, perlu menjadi perhatian bersama bahwa masih tingginya jumlah kabupaten/kota di zona oranye di pekan ini, yang kembali meningkat dari 316 kabupaten/kota menjadi 322 kabupaten/kota.

Sementara, zona kuning menurun satu kabupaten/kota dari pekan sebelumnya, sedangkan untuk zona hijau, jumlahnya tetap.

"Peningkatan jumlah pada zona oranye dikontribusikan dari 37 kabupaten/kota yang berpindah dari zona kuning ke zona oranye di pekan ini," tutur Wiku.

Dari 37 kabupaten/kota tersebut, kontribusi terbanyak berasal dari Jawa Barat, yaitu tujuh kabupaten/kota. Selain Jawa Barat, Lampung dan Jawa Timur juga menyumbangkan jumlah kabupaten kota yang cukup banyak berpindah dari zona kuning ke zona oranye, yaitu enam kabupaten/kota dari Lampung dan empat kabupaten/kota dari Jawa Timur.

"Mohon agar dapat dijadikan perhatian prioritas penanganan bagi gubernur, bupati dan wali kota di provinsi dan kabupaten kota yang berpindah ke zona oranye pada pekan ini agar kondisi zona risikonya tidak semakin memburuk," ujar Wiku.

Wiku menuturkan pemerintah daerah bisa memanfaatkan maksimal fungsi posko yang sudah terbentuk di wilayah masing-masing agar dapat mengoptimalkan penanganan COVID-19 secara komprehensif dan kolaboratif.

Baca juga: Satgas COVID-19: Kasus kesembuhan meningkat

Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar