LPS dukung upaya pemerintah kembangkan sektor ekonomi syariah

id LPS,Ekonomi syariah,Bank Syariah Indonesia,BSI

LPS dukung upaya pemerintah kembangkan sektor ekonomi syariah

Tangkapan layar - Anggota Dewan Komisioner LPS Didik Madiyono dalam webinar terkait ancaman resesi ekonomi di Jakarta, Rabu (26/8/2020). ANTARA/Dewa Wiguna.

Jakarta (ANTARA) - Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Didik Madiyono mendukung penuh upaya pemerintah dalam mengembangkan sektor ekonomi syariah di Tanah Air.

Didik pun menyebutkan salah satu gebrakan yang dilakukan pemerintah dengan menggabungkan PT BRI Syariah, PT BNI Syariah dan PT Bank Syariah Mandiri menjadi PT Bank Syariah Indonesia (PT BSI).

"LPS pada 14 September 2020 silam juga telah membentuk Komite Syariah untuk memberikan pendapat, saran, serta nasihat terhadap pemenuhan prinsip syariah atas pelaksanaan penjaminan dan resolusi bank syariah," ujar Didik melalui keterangan di Jakarta, Rabu.

LPS sendiri memiliki tugas sebagai otoritas penjaminan simpanan dan resolusi bank dalam dunia perbankan, termasuk industri perbankan syariah.

Dua fatwa DSN-MUI juga telah terbit guna mendukung tugas dan fungsi LPS yaitu fatwa No. 118/DSN-MUI/II/2018 tentang Pedoman Penjaminan Simpanan Nasabah Bank Syariah serta Fatwa No. 130/DSN- MUI/X/2019 tentang Pedoman Bagi Lembaga Penjamin Simpanan Dalam Pelaksanaan Penanganan atau Penyelesaian Bank Syariah Yang Mengalami Permasalahan Solvabilitas.

Terkait langkah strategis agar BSI dapat berkontribusi besar dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ia memaparkan beberapa aspek, yaitu, mendukung pembangunan baik berupa infrastruktur fisik maupun infrastruktur sosial, mendukung pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan berfokus pada pertumbuhan yang sehat di sektor UKM dan Mikro dengan memanfaatkan teknologi digital.

"Perlu memperkuat pembiayaan pada sektor produktif yang padat karya seperti industri halal food, tourism, dan perumahan. Industri halal memiliki pangsa pasar yang sangat besar, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia. Diperlukan sinergi dan kolaborasi dengan pemain UMKM existing, seperti BPRS, dan lembaga keuangan mikro seperti BMT," kata Didik.

Selain hal tersebut, lanjut Didik, untuk dapat bersaing dengan bank-bank yang lebih mapan, bank syariah dinilai perlu meningkatkan kualitas layanannya antara lain dengan akselerasi layanan perbankan digital.

"Pengembangan digital banking berpotensi besar untuk meningkatkan daya saing dan market share yang pada akhirnya akan mewujudkan tercapainya transformasi digital perbankan syariah sehingga bisa melayani transactional banking dan masuk ke ekosistem syariah. Khususnya dalam situasi pandemi seperti saat ini, nasabah cenderung beralih menuju layanan berbasis digital antara lain penggunaan online banking maupun mobile banking," ujar Didik.

Lebih jauh, ia menjelaskan, BSI juga harus memperkuat sinergi dengan industri halal oleh karena industri halal memiliki pangsa pasar yang sangat besar baik dalam skala lokal maupun global.

"BSI harus dapat memaksimalkan potensi ini karena sangat disayangkan apabila justru bank konvensional dan bahkan bank asing yang mengambil peran lebih besar dalam mendukung perkembangan industri halal dunia,” kata Didik.

Didik pun mengimbau, kesadaran masyarakat mengenai perbankan syariah harus terus ditingkatkan untuk memperluas basis nasabah dan membangun pemahaman masyarakat mengenai perbankan syariah.

“Dalam hal ini, BSI perlu bekerja sama dengan universitas, sekolah, serta lembaga ataupun organisasi masyarakat baik formal maupun informal agar peningkatan tingkat inklusi dan literasi perbankan syariah termasuk tentang BSI menjadi lebih kuat. Dengan cara ini, potensi perbankan syariah yang selama ini digadang-gadang cukup besar akan tercapai apabila potensi pasar tersebut telah aware dan tertarik untuk menggunakan jasa perbankan syariah,” ujarnya.

Ia mengharapkan, BSI menjadi lembaga keuangan yang melayani semua kalangan masyarakat, mengedepankan optimalisasi teknologi, menyediakan berbagai produk keuangan yang kompetitif dan beragam dalam rangka mendorong ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.

Baca juga: LPS akan pertimbangkan penghapusan premi jika memang berdampak positif

Baca juga: LPS: Dana di bank meningkat, pelaku ekonomi bersiap ekspansi

Baca juga: LPS : KSSK berjalan efektif, tak ada bank gagal selama 2020

 

Pewarta : Citro Atmoko
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar