Polisi selidiki WNA viral beradegan mesum diduga di area Gunung Batur

id Polres Bangli, WNA mesum, Gunung Batur, Bali

Polisi selidiki WNA viral beradegan mesum diduga di area Gunung Batur

Proses identifikasi video mesum oleh WNA yang vira, di area Gunung Batur, Bangli, Bali. ANTARA/HO-Polres Bangli.

Bangli (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Bangli sedang menyelidiki kasus warga negara asing (WNA) yang viral melakukan adegan mesum diduga terjadi, di area Gunung Batur, Kintamani, Bangli, Bali.

"Dalam situs porno, video itu diunggah sudah satu tahun yang lalu. Belum tahu bulenya masih di Indonesia atau di luar negeri. Kami masih mau koordinasi dulu bersama dengan pihak Imigrasi," kata Kasat Reskrim Polres Bangli AKP Androyuan Elim saat dihubungi melalui telepon, di Denpasar, Bali, Rabu.

Ia mengatakan tim penyidik Polres Bangli telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), di lokasi yang diduga kuat menjadi tempat mesum.

Menurut dia, video yang mengandung pornografi tersebut telah tersebar di media sosial dan menjadi viral saat ini.

"Dilihat dari video yang beredar, yang masih menunjukkan kondisi pohon masih hitam bekas kebakaran. Namun, setelah melakukan pengecekan ke lokasi tadi, kondisi pepohonan sudah hijau," katanya pula.

Selain itu, dari hasil patroli cyber juga ditemukan postingan video yang tersebar tersebut terjadi pada satu tahun yang lalu.

Dia mengatakan, asal dari WNA tersebut juga masih belum diketahui secara pasti. Hingga saat ini masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti terkait.

"Masih lidik dulu keberadaan yang bersangkutan. Kalau ada kami amankan untuk pemeriksaan, kami juga harus pastikan dulu kejadiannya seperti apa realnya," ujar Androyuan Elim.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, terdapat beberapa ciri-ciri yang menguatkan dugaan lokasi video itu dilakukan di area Gunung Batur. Salah satunya terekam jalur pendakian, posisi tempat parkir, dan situasi di sekitar area tersebut.
Baca juga: Polisi selidiki video yang viral mesum 'becak goyang' di Medan
Baca juga: Korban viral asusila Bulukumba perlu pendampingan

Pewarta : Ayu Khania Pranishita
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar