Olimpiade kian dekat, Jepang malah umumkan keadaan darurat pandemi

id Olimpiade Tokyo, Olimpiade 2020,Keadaan darurat Jepang

Olimpiade kian dekat, Jepang malah umumkan keadaan darurat pandemi

Cincin Olimpiade di waterfront Odaiba di Tokyo pada 20 April 2021. (AFP/PHILIP FONG)

Jakarta (ANTARA) - Jepang kembali menerapkan keadaan darurat terkait virus corona di Tokyo dan tiga daerah lainnya hari ini di tengah upaya keras negara ini berkutat dengan melonjaknya kasus infeksi yang terjadi hanya tiga bulan sebelum Olimpiade dibuka.

Skala pandemi di negeri ini masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan kebanyakan negara, namun melonjaknya jumlah kasus belakangan ini telah membuat was-was pejabat pemerintah dan para pekerja medis sekalipun pemerintah dan penyelenggara Olimpiade Tokyo menegaskan bahwa perhelatan ini akan jalan terus.

"Hari ini kami putuskan menyatakan keadaan darurat di prefektur Tokyo, Kyoto, Osaka dan Hyogo," umum Perdana Menteri Yoshihide Suga seperti dikutip AFP sembari menunjuk kenaikan tajam pada infeksi akibat varian baru virus corona. Keadaan darurat ini mulai berlalu 25 April sampai 11 Mei.

Baca juga: Presiden IOC dukung pemberlakuan keadaan darurat di Tokyo
Baca juga: IOC larang atlet lakukan aksi protes saat Olimpiade Tokyo berlangsung


Menteri urusan virus Yasutoshi Nishimura sebelumnya memperingatkan kemungkinan krisis besar dan menyatakan pembatasan yang berlaku saat ini belum cukup.

Aturan ini akan lebih keras dibandingkan keadaan darurat di Jepang sebelumnya yang dikenakan di sejumlah bagian negara itu mulai Januari, tetapi tetap masih jauh lebih lunak dibandingkan dengan lockdown keras yang diberlakukan di beberapa bagian dunia.

Pihak berwenang berusaha melarang bar dan restoran menjual alkohol dan ingin menutup fasilitas-fasilitas komersial besar seperti mal.

Aturan ini bertepatan dengan libur Pekan Emas yang merupakan masa kunjungan paling sibuk di Jepang dalam tahun ini, dan bisa melibatkan penghentian operasi kereta dan bus demi mengendalikan pergerakan.

Penonton juga akan dilarang menghadiri event-event olahraga yang terus dilangsungkan di balik pintu tertutup, sedangkan bekerja dari rumah akan lebih disarankan.

Jepang terbilang berhasil membendung virus corona dengan hanya mengalami 10.000 kasus kematian, padahal tidak pernah menerapkan aturan lockdown yang keras.

Namun jumlah kasus melonjak selama musim dingin sehingga kembali ke tingkat sejak keadaan darurat pertama diberlakukan pada Maret.

Jumat ini Tokyo melaporkan 759 kasus baru, sedangkan Osaka 1.162 kasus infeksi baru yang turun dibandingkan awal pekan ini.

Baca juga: Penyelenggara Olimpiade laporkan kasus COVID-19 pertama di kirab obor
Baca juga: IOC umumkan olahraga virtual Olimpiade

Pewarta : Jafar M Sidik
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar