Jambi tambah ruang isolasi pasien COVID-19 atasi lonjakan kasus

id jambi ruang isolasi pasien covod-19

Jambi tambah ruang isolasi pasien COVID-19 atasi lonjakan kasus

Penjabat Gubernur Jambi Hari Nur Cahya Murni meninjau ruang isolasi pasien COVID-19 di BPSDM Provinsi Jambi. Pemerintah Provinsi Jambi menambah ruang isolasi pasien COVID-19 sebagai antisipasi lonjakan kasus COVID-19. ANTARA/HO-Diskominfo Provinsi Jambi.

Jambi (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jambi menambah ruang isolasi untuk pasien COVID-19 guna mengatasi lonjakan kasus konfirmasi positif COVID-19 yang mengalami peningkatan dalam sepekan terakhir.

“Hampir semua kamar isolasi COVID-19 di sejumlah rumah sakit di Jambi terisi penuh, di gedung lama RSUD Raden Mattaher hanya tersisa tiga kamar untuk isolasi pasien COVID-19,” kata Penjabat Gubernur Jambi Hari Nur Cahya Murni di Jambi, Minggu.

Satgas COVID-19 Provinsi Jambi mencari alternatif lain dengan menyediakan bangsal Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jambi sebagai ruang isolasi pasien COVID-19.

Baca juga: 67 pasien COVID-19 di Jambi dinyatakan sembuh

Hari Nur Cahya Murni menjelaskan Gedung BPSDM tersebut dinilai layak dan bagus untuk perawatan pasien COVID-19. Ada tiga bangsal yang perlu direhab menyesuaikan protokol kesehatan COVID-19. Dimana kapasitas masing-masing bangsal yang tadinya 40 tempat tidur direhab menjadi 18 tempat tidur.

Sehingga Gedung BPSDM tersebut akan menampung 54 orang pasien COVID-19 untuk menjalani isolasi atau perawatan untuk penyembuhan.

“Gedung yang sudah bagus dan layak di BPSDM itu saat ini sudah terisi 25 orang,” kata Hari Nur Cahya Murni.

Baca juga: Pemerintah Kota Jambi melonggarkan pembatasan aktivitas warga

Salah satu indikator keberhasilan penanganan COVID-19 ialah ketersediaan layanan bagi pasien COVID-19 di fasilitas kesehatan.

Sementara itu rehab khusus RSUD Raden Mattaher di lantai 1, 2 dan 3 pada tahun 2020 hingga saat ini masih belum dapat difungsikan karena masih terkendala ketersediaan air yang sesuai dengan standar rumah sakit belum memadai.

Penjabat Gubernur Jambi mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan dan tidak lengah untuk tetap menerapkan 3M. Serta menghindari acara buka puasa bersama dan menghindari kerumunan serta mengurangi mobilitas untuk mencegah risiko terpapar COVID-19.

Baca juga: Sejumlah pengendara tidak pakai masker dihukum 'push-up'

Saat ini ketersediaan ruang isolasi di fasilitas pelayanan kesehatan yang khusus untuk isolasi pasien COVID-19 sudah sangat minim, maka dari itu warga diminta untuk tidak menyepelekan protokol kesehatan.

“Gelombang tsunami lonjakan kasus COVID-19 di India menjadi pelajaran bagi kita semua untuk kembali disiplin dengan protokol kesehatan,” katanya.

Per 24 April 2021 terdapat tamabahan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 65 orang sehingga total kasus konfirmasi positif COVID-19 di daerah itu berjumlah 7.304 orang.

Hingga saat ini pasien yang masih menjalani perawatan di daerah itu berjumlah 1.295 orang, dan pasien COVID-19 yang meninggal dunia berjumlah 103 orang.

Baca juga: Jambi berupaya tambah mesin tes usap RSUD Raden Mattaher dan Labkesda


Pewarta : Muhammad Hanapi
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar