Menparekraf: Ekosistem ekonomi digital yang kuat jadi hal krusial

id bekup,bekup 2021,startup

Menparekraf: Ekosistem ekonomi digital yang kuat jadi hal krusial

Tangkapan layar - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno dalam acara "Differently Talented" yang diselenggarakan oleh Yayasan Autisma Indonesia (YAI), Minggu (25/4/2021). ANTARA/Livia Kristianti/am.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan ekosistem ekonomi digital yang saling menguatkan satu sama lain adalah hal krusial karena ekonomi digital di Indonesia masih bisa tumbuh di tengah pandemi COVID-19.

“Sebuah ekosistem ekonomi digital yang saling menguatkan satu sama lain menjadi hal yang teramat penting. Pemerintah terus mendukung perkembangan startup digital di tanah air, tidak hanya sebagai regulator, namun juga sebagai fasilitator dan akselerator," kata Sandiaga dalam pembukaan Baparekraf for Startup (BEKUP) 2021, Selasa.

Berdasarkan laporan dari Google dan Temasek, ekonomi digital Indonesia diproyeksikan jadi yang terbesar di Asia Tenggara dengan nilai pasar naik tiga kali lipat, dari 40 miliar dolar AS pada 2019 menjadi 124 miliar dolar AS pada 2025.

Sementara itu, Cento Ventures menyebutkan bahwa investasi modal startup Indonesia selama semester pertama 2020 merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. Tercatat, bagian modal (share of capital) yang diinvestasikan mencapai 74 persen, posisi selanjutnya Singapura dengan 12 persen. Thailand dan Vietnam masing-masing 5 persen, Malaysia sebesar 3 persen, dan Filipina 2 persen.

"Sebagai salah satu sektor yang kuat dalam menghadapi krisis pemerintah berharap ekonomi digital dapat terus bertumbuh ke depannya," kata Sandiaga.

Baca juga: Bekraf for Pre-Startup 2.0 digelar di lima kota

Menparekraf mengatakan pemerintah terus berkomitmen dan mendukung perkembangan startup digital, selain jadi regulator juga sebagai fasilitator dengan cara mendorong kewirausahaan digital. Juga, mempercepat dan mendukung pertumbuhan startup digital.

Oleh karena itu, Sandiaga mengatakan Kemenparekraf selama beberapa tahun belakangan memang fokus meningkatkan peran startup digital dalam mengembangkan potensi masyarakat. Termasuk salah satunya lewat program Baparekraf for Startup (BEKUP) yang dirancang untuk mendukung dan mengembangkan ekosistem startup digital di Indonesia.

Sandiaga mengatakan, BEKUP yang sudah hadir sejak 2016 telah melahirkan lebih dari 750 pre-startup di lebih dari 20 kota di Indonesia. Tahun ini, pemerintah kembali membuka kesempatan untuk wirausahawan Indonesia serta bekerja sama dengan Coworking Indonesia yang sejak empat tahun berdiri telah berpengalaman membimbing komunitas bisnis, kreatif dan startup di Indonesia.

"Semoga melalui 2021 ini kita semua dapat berperan dalam penciptaan solusi inovatif dan modern untuk menghadapi setiap tantangan yang ada guna mendukung dan mendorong ekosistem startup digital Indonesia untuk merealisasikan optimisme ekonomi nasional 2021."

BEKUP merupakan program tahunan yang diinisiasi oleh Kemenparekraf/Baparekraf sejak 2016. Pada tahun ke-6 ini, BEKUP akan digelar di 5 Kota yakni, Jakarta, Malang, Manado, Pekanbaru, dan Yogyakarta., Kemenparekraf/Baparekraf menggandeng Coworking Indonesia untuk membangun ekosistem digital yang berkelanjutan melalui rangkaian program “BEKUP Academy & Mentor Training Program”.

BEKUP Academy adalah kegiatan inkubasi untuk pengembangan startup digital dari berbagai tahap. Program ini terbagi dalam tiga tingkatan yaitu Create, Accelerate, & Scale-Up. Adapun BEKUP Mentor Training Program ditujukan bagi Startup Enthusiast, Startup Founders, Practitioner, & Experts untuk mengembangkan skill agar dapat menjadi mentor-mentor andalan bagi pengembangan startup. Nantinya, Semua kegiatan seleksi, bootcamp, dan mentoring akan dilakukan secara daring.

Baca juga: Ini masalah yang buat "startup" tidak bertahan lama

Baca juga: Pandemi COVID-19 dorong percepatan digitalisasi

Baca juga: Startup ditantang bangkitkan ekonomi kreatif & pariwisata lewat BEKUP

Pewarta : Nanien Yuniar
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar