4.897 petugas pelayan publik di Belitung telah disuntik vaksin

id Petugas medis

4.897 petugas pelayan publik di Belitung telah disuntik vaksin

Aktivitas penyuntikan vaksin COVID-19 bagi pelayan publik di Belitung. ANTARA/Kasmono

Belitung, Babel (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat sebanyak 4.897 dari 11.386 petugas pelayan publik telah di daerah itu telah disuntik vaksin COVID-19 guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

"Berdasarkan laporan hingga 3 Mei sebanyak 4.897 pelayan publik telah disuntik vaksin atau cakupannya mencapai 43,01 persen," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Belitung, Joko Sarjono di Tanjung Pandan, Selasa.

Baca juga: Petugas medis: Steroid semestinya ampuh lawan varian baru COVID

Menurut dia, pihaknya juga mencatat sebanyak 1.468 sumber daya manusia kesehatan (SDMK) dari 1.652 sasaran telah disuntik vaksin COVID-19.

Ia menambahkan, sedangkan jumlah lansia yang telah disuntik vaksin COVID-19 sebanyak 659 orang dari 19.598 sasaran dan masyarakat umum yang telah disuntik vaksin COVID-19 mencapai 226 orang.

Baca juga: Stok habis, Kendari harap Kemenkes salurkan vaksin bagi petugas publik

"Pelaksanaan vaksinasi dilakukan di 11 fasilitas pelayanan kesehatan atau pos vaksinasi COVID-19," ujarnya.

Joko menambahkan, vaksinasi COVID-19 tetap dilaksanakan meskipun di bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah.

Baca juga: Dinkes Makassar: Petugas publik harus bawa 2 lansia untuk divaksin

"Sekarang ini juga masih berlangsung pelaksanaan vaksinasi terhadap 800 ASN dan pegawai honorer di lingkungan Pemerintah Kabuparen Belitung kami targetkan selesai tiga hari ke depan," ujarnya.

Selain itu, lanjut Joko, dalam rangka menyambut Idul Fitri 1442 Hijriah pihaknya juga telah melakukan vaksinasi COVID-19 kepada ratusan pedagang pasar di wilayah itu.

"Kami harapkan masyarakat tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan kendati telah disuntik vaksin COVID-19," kata Joko.

Pewarta : Kasmono
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar