36 kelurahan di Jaksel miliki penampungan limbah jelantah

id Minyak jelantah, limbah jelantah, pencemaran lingkungan,Jelantah

36 kelurahan di Jaksel miliki penampungan limbah jelantah

Pelaksana Tugas Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji saat membuka program menekan limbah jelantah di Jakarta, Selasa (4/5/2021). (ANTARA/HO-Sudin Kominfotik Jakarta Selatan)

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Selatan menyebutkan sebanyak 36 kelurahan di wilayah itu memiliki tempat penampungan minyak bekas atau jelantah untuk menekan pencemaran limbah di masyarakat.

"Dari 36 (kelurahan) ini belum semua RW. Masih ada yang belum ikut program ini, makanya potensi kerusakan lingkungan masih ada," kata Pelaksana Tugas Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji di Jakarta, Selasa.

Pihaknya akan menggenjot kebijakan penanggulangan pencemaran lingkungan dari jelantah agar merata di seluruh kelurahan di Jakarta Selatan yang mencapai 65 kelurahan.

Adapun program yang akan dioptimalkan di antaranya Kampung Tersenyum sebagai hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan dengan Rumah Sosial Kutub.

Kolaborasi itu, kata dia, untuk penanganan limbah jelantah di wilayah Jakarta Selatan, dengan melahirkan "Program Sedekah Minyak Jelantah".

Kolaborasi antara Pemkot Jakarta Selatan dan Rumah Sosial Kutub sudah dimulai sejak 2019 sebagai solusi untuk mewujudkan keluarga sehat.

Selain itu, solusi bersih dan berkah tanpa menggunakan kembali minyak goreng secara berulang dan tidak membuang limbah tersebut sembarangan agar tidak mencemari lingkungan.

Baca juga: RPTRA Kamal Bahari mulai laksanakan program sedekah minyak jelantah
Baca juga: Warga Muara Angke olah minyak jelantah jadi bio solar


Ia mengharapkan kolaborasi bisa dijalin juga ke pihak ke tiga, melibatkan perusahaan karena punya program tanggungjawab sosial atas setiap produk yang dibuatnya.

"Kita jangan hanya menangani setelah menjadi limbah. Kita minta tanggung jawab perusahaan. Perusahaan punya anggaran, CSR dan perusahaan punya tanggungjawab dari produk yang dihasilkan," katanya.

Sementara itu, Direktur Rumah Sosial Kutub Suhito mengimbau warga agar mulai saat ini tidak membuang jelantah sembarangan.

"Kumpulkan, tampung dan masukan ke tong sedekah yang ada di RT terdekat. Mudah-mudahan dalam upaya ini, warga Jakarta Selatan lebih baik kehidupannya dari aspek kesehatan. Karena mulai hari ini tidak ada lagi penggunaan minyak jelantah," katanya.

Pelaksana Tugas Tim Penggerak PKK Jakarta Selatan, Sari Isnawa Adji mengajak setiap kader baik Dasawisma, Jumantik, TP PKK di Jakarta Selatan agar bisa ikut berpartisipasi dalam program tersebut.

Terkait sosialisasi, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan Moh Amin menuturkan program sedekah minyak jelantah akan lebih masif.

Ia menambahkan dengan kolaborasi bersama PKK ditargetkan bisa mendukung pengurangan limbah rumah tangga.

Pewarta : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar