Hindari kerumunan, warga Tanjungpinang beralih belanja Lebaran daring

id Belanja online lebaran,tanjungpinang,kepri,covid-19,kerumunan

Hindari kerumunan, warga Tanjungpinang beralih belanja Lebaran daring

Seorang warga Tanjungpinang, Liza menunjukkan salah satu aplikasi belanja online di Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Kamis (6/5/2021). ANTARA/Ogen.

Tanjungpinang (ANTARA) - Warga Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), beralih menggunakan metode belanja daring (online) untuk berbelanja perlengkapan dan kebutuhan Idul Fitri (Lebaran) 1442 Hijriah guna menghindari kerumunan di tengah lonjakan kasus COVID-19 di daerah tersebut.

Berbagai aplikasi belanja online mulai digemari masyarakat untuk membeli berbagai kebutuhan Lebaran. Dari perlengkapan ibadah, pakaian, hingga alat rumah tangga lainnya.

Warga Tanjungpinang, Liza, di Tanjungpinang, Kamis mengatakan saat ini lebih memilih berbelanja online untuk Lebaran ketimbang ke pasar atau pusat perbelanjaan.

"Selain lebih mudah dan praktis, paling penting untuk menghindari kerumunan. Apalagi biasanya mendekati lebaran ini semua pusat perbelanjaan dipadati masyarakat," katanya.

Ia mengatakan bahwa dengan berbelanja online ia lebih merasa aman dan terbebas dari penyebaran COVID-19.

"Yang pastinya aman di saat COVID-19 begini, dengan online kita tinggal pilih bayar dan datang," kata Liza.

Menurut Johan, salah satu kurir pengantar jasa pengiriman barang online di Tanjungpinang mengatakan menjelang Lebaran ini paket kiriman yang dia antarkan ke pelanggan membludak.

Hal itu menandakan masyarakat mulai beralih berbelanja online daripada langsung.

"Biasanya sehari satu karung besar, sekarang bisa dua karung atau lebih. Waktu antar pun biasanya siang, ini dari pagi," kata Johan.

Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah mendorong seluruh masyarakat Kepri untuk dapat beralih ke belanja online mengingat pandemi COVID-19 saat ini sedang meningkat.

Dengan belanja online dapat meminimalisasi terjadinya penyebaran COVID, karena tidak ada kontak langsung antara pembeli dan penjual.

Selain itu, sistem berbelanja online juga dapat lebih praktis dan mudah dilakukan masyarakat.

"Kalau bisa hindari karena pasar atau pusat berpotensi menyebarkan COVID-19. Tapi kalau memang terpaksa harus belanja langsung, patuhi protokol kesehatan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak," demikian TS Arif Fadilah.

Baca juga: Pemprov Kepri sarankan warga jual beli menu buka puasa secara daring

Baca juga: Cegah kerumunan, RSUD Kepri terapkan antrean online via WhatsApp

Baca juga: Dengan prokes ketat, Pemprov Kepri putuskan mudik lokal diperbolehkan

Baca juga: Polda Kepri terapkan besuk daring cegah penularan COVID-19

 


Pewarta : Ogen
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar