Larangan mudik bakal turunkan lalin Tol ATP, JORR-S dan Trans Sumatera

id larangan mudik,turunkan lhr,tol atp,jorr-s,trans sumatera

Larangan mudik bakal turunkan lalin Tol ATP, JORR-S dan Trans Sumatera

Jalan tol Jakarta Outer Ring Road - S atau JORR-S. Dokumentasi Hutama Karya

Jakarta (ANTARA) - PT Hutama Karya (Persero) memperkirakan terjadi penurunan lalu lintas harian rata-rata (LHR) di sejumlah ruas tol yang dikelola oleh Hutama Karya baik di kawasan Jabodetabek seperti ruas tol tol Akses Tanjung Priok (ATP) dan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR-S) maupun di Tol Trans Sumatera.

"Kalau ekspektasi LHR dari ruas tol ATP dan ruas tol JORR-S ini memang kalau dalam posisi penyekatan sebenarnya hampir mirip, hanya saja karena tidak ada libur yang mana libur hanya pada hari-hari tertentu saja mungkin akan mengalami penurunan sekitar hampir 25 persen dibandingkan LHR pada hari reguler sebelum adanya penyekatan," ujar EVP Divisi Operasi & Pemeliharaan Jalan Tol Hutama Karya J. Aries Dewantoro dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis.

Sedangkan untuk proyeksi LHR di Tol Trans Sumatera, kata Aries, sebenarnya penyekatan itu ada di Bakauheni Selatan di mana teman-teman ASDP tidak menjual tiket penyeberangan ke Pulau Sumatera bagi kendaraan golongan 1 dan kendaraan-kendaraan kecil sejak tanggal 6 hingga 17 Mei.

"Secara otomatis LHR kita di jalan Tol Trans Sumatera mengalami penurunan sekitar 20-22 persen," ujarnya.

Sebelumnya Pemerintah memang telah mengeluarkan keputusan pelarangan mudik lebaran tahun 2021 bagi ASN, TNI, Polri, pegawai BUMN, dan pegawai swasta.

Keputusan ini diambil pemerintah demi mencegah terjadinya lonjakan kasus COVID-19. Lonjakan yang kerap terjadi akibat beberapakali momentum libur panjang yang terjadi selama tahun 2020 termasuk libur Natal dan Tahun Baru. Karena jika angka kasus kembali naik, maka berdampak langsung terhadap keterisian tempat tidur rumah sakit.

Diharapkan dengan adanya pelarangan mudik lebaran dapat mencegah transmisi virus COVID-19 dari orang perorang akibat tingginya mobilitas masyarakat yang berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya.

Meski demikian, keputusan tegas ini harus diambil pemerintah setelah melalui pertimbangan risiko untuk dampak jangka panjang. Dan hal ini dilakukan demi kebaikan bersama. Dan masyarakat diharapkan mentaati keputusan ini agar Indonesia segera terbebas dari Pandemi COVID-19.

Baca juga: Kemenhub ajak warga bijak bermobilitas cegah penularan COVID-19
Baca juga: Larangan mudik, Satgas: Waspadai potensi mobilitas lokal di daerah
Baca juga: Hutama Karya: Tol Trans Sumatera bisa tekan biaya logistik 24 persen

 

Pewarta : Aji Cakti
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar