27 orang berangkat ke Jawa Tengah dan Jawa Timur dari Kalideres

id Mudik,Larangan mudik,Bus AKAP,Terminal Kalideres,Jakarta Barat,Kalideres

27 orang berangkat ke Jawa Tengah dan Jawa Timur dari Kalideres

Petugas memeriksa surat izin keluar masuk (SIKM) penumpang di Terminal Kalideres, Jakarta, Jumat (7/5/2021). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/hp.

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 27 penumpang berangkat dari Terminal Kalideres, Jakarta Barat, ke sejumlah kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada Jumat (7/5).

Kepala Terminal Kalideres Revi Zulkarnain saat ditemui ANTARA di Jakarta, Sabtu, mengatakan 27 orang tersebut naik delapan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) non-mudik.

"Jadi bus berangkat delapan, jumlah penumpang berangkat 27 orang, empat penumpang ditolak (berangkat) karena tidak memenuhi persyaratan," ujar Revi.

Revi mengatakan delapan bus berangkat menuju Madura (Jawa Timur), Surabaya (Jawa Timur), Pekalongan (Jawa Tengah), Cilacap (Jawa Tengah), Slawi (Jawa Tengah), Semarang (Jawa Tengah) dan Wonosobo (Jawa Tengah).

Perusahaan otobus (PO) yang beroperasi, yakni satu armada PO Pahala Kencana tujuan Madura, enam armada PO Sinar Jaya dengan tujuan antara lain Surabaya, Pekalongan, Cilacap, Slawi, Semarang dan Wonosobo serta satu armada PO Dewantara tujuan Pekalongan.

Baca juga: Penjualan tiket AKAP Terminal Kalideres diperkirakan anjlok 95 persen
Baca juga: Pedagang di Terminal Kalideres dapat diskon retribusi 50 persen

Suasana loket agen tiket PO di Terminal Kalideres, Jakarta Barat yang sepi dari aktivitas, Jumat (7/5/2021) (ANTARA/Dewa Wiguna)

Armada bus yang paling banyak membawa penumpang dari Terminal Kalideres adalah armada PO Pahala Kencana tujuan Madura yang membawa penumpang sebanyak enam orang.

Sedangkan armada bus yang paling sedikit membawa penumpang dari Terminal Kalideres adalah armada PO Sinar Jaya tujuan Cilacap 
yang membawa penumpang satu orang saja.

Revi menjelaskan bahwa semua armada bus AKAP yang berangkat adalah bus non-mudik yang sudah ditandai dengan stiker khusus dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.

Hanya bus dengan stiker yang boleh beroperasi di area Terminal Bus Kalideres sejak Kamis (6/5) sampai Senin(17/5) mendatang.

Sebelumnya saat ditemui pada Rabu (5/5), Revi mengatakan stiker-stiker tersebut tidak dapat dipalsukan karena memiliki kode bar khusus yang bisa dipindai menggunakan kamera ponsel petugas untuk mengecek keasliannya.

"Kalau dibuka nanti akan keluar datanya, data kendaraan, data perusahaan dan juga tujuannya. Jadi bisa dipastikan kalau stiker dengan kode bar tersebut tidak dapat dipalsukan," kata Revi.
Baca juga: Terminal Kalideres tolak dua penumpang tak penuhi syarat
Baca juga: 20 armada di Terminal Kalideres siap layani penumpang non-mudik


Pewarta : Abdu Faisal
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar