Menteri Investasi optimistis Lebak jadi kawasan pertumbuhan ekonomi

id lebak,menteri investasi,investasi banten

Menteri Investasi optimistis Lebak jadi kawasan pertumbuhan ekonomi

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan pihaknya optimistis Kabupaten Lebak, Banten menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi baru,karena terdapat jalan tol yang menghubungkan antara Jakarta dan Lebak dengan tiga segmen. ANTARA/Mansyur Suryana/pri.

Lebak (ANTARA) - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyatakan optimistis Kabupaten Lebak, Banten menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi baru,karena terdapat jalan tol yang menghubungkan antara Jakarta dan Lebak dengan tiga segmen.

"Pembangunan jalan tol segmen pertama pada bulan Juli 2021 itu akan diresmikan dan segmen dua dan tiga paralel," kata Bahlil saat bersilaturahmi dengan Ketua Kadin Provinsi Banten Mulyadi Jayabaya dan ulama Kabupaten Lebak, Sabtu.

Pembangunan jalan tol segmen dua dan tiga secara paralel yang satu dibangun oleh pengelola jalan tol,sedangkan yang satu lainnya dibangun pemerintah dengan anggaran pinjaman dari China.

Kemungkinan besar pembangunan jalan tol segmen dua dan tiga secara paralel itu rampung pada 2023.

Selama ini, kata dia, pembangunan jalan tol berjalan lancar dan dipastikan ke depan dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat.

Keberadaan jalan tol itu bertujuan untuk membangun kawasan-kawasan pertumbuhan ekonomi baru khususnya di Kabupaten Lebak.

"Kami setelah melihat lokasi jalan tol pintu bautnya saja benar ada sekitar 3.000 hektare dan sangat cocok untuk dijadikan kawasan industri," katanya.

Menurut dia, kawasan industri di Kabupaten Lebak nantinya dibangun kajian masterplannya dibiayai oleh Kementerian Investasi.

Selain itu juga Kementerian Investasi akan membantu untuk mendatangkan para investasi yang akan menanamkan modalnya di daerah itu.

Karena itu, pihaknya nanti dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat dapat membuat administrasi sebagai kawasan industri.

Selain itu juga pihaknya melihat Kabupaten Lebak ada potensi untuk menggerakkan ekonomi rakyat dengan memanfaatkan lahan.

Dimana di daerah itu terdapat budidaya perikanan seluas 14 hektare dengan biaya tidak begitu tinggi, namun nilai ekonominya tinggi.

Karena itu, kata dia, perlu menjalin kerja sama dengan IPB untuk usaha budidaya perikanan itu.

"Kami besok akan mencarikan investor untuk mengembangkan usaha budidaya perikanan seluas 14 hektare itu," katanya.

Sementara itu, Ketua Kadin Provinsi Banten Mulyadi Jayabaya mengatakan pihaknya bersama Menteri Investasi rencana pengembangan budidaya ikan patin guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Bahkan, pihaknya akan menjalin kerja sama dengan para petani untuk mengembangkan usaha budidaya ikan patin itu.

Petani nantinya  memberikan pakan hingga membesarkanya, sebab ikan patin merupakan kebutuhan dunia.

"Kami menargetkan dua sampai tiga bulan Lebak bisa menjadikan sentra usaha budidaya ikan patin di Lebak dan bisa memproduksi 700 ton per bulan," katanya.

Baca juga: Gubernur: Kasus COVID-19 rendah, investasi Banten kembali tumbuh

Baca juga: Wagub Banten pastikan iklim investasi di Banten kondusif

Baca juga: Banten akan bangun pelabuhan ternak di Bojonegara

 

Pewarta : Mansyur suryana
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar